28.3 C
Kupang
Sabtu, Maret 14, 2026
Space IklanPasang Iklan

Insiden Ratusan Box Ikan Hancur di KM Tidar, PT. PELNI Tunggu Klaim Shipper

Kupang, timurtoday.id – 
Ratusan box berisi ikan beragam jenis Rabu (13/3) ambruk dari geladak KM. Tidar milik PT. Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni), Persero. Insiden tersebut terjadi dalam pelayaran dari Lewoleba, Lembata menuju Kupang.
             Ratusan Box itu jatuh menimpa lantai dasar kapal dan pecah berantakan. Berton-ton ikan yang ada didalam box berserakan memenuhi lambung kapal.
Shipper atau pengirim barang menuntut adanya ganti rugi karena merasa dirugikan akibat insiden itu.
              General Manager (GM) Pelni cabang Kupang Teguh Hari Setiadi didampingi sejumlah karyawan, Sabtu  (14/3) di kantor Pelni Cabang Kupang menyampaikan pihaknya siap memproses klaim asuransi yang diajukan para shipper sepanjang proses pemuatan hingga pemberangkatan box-box ikan tersebut sesuai prosedur yang ditetapkan PT.PELNI dan PT.SBN.
“harus bermanifest untuk mendapatkan manifest wajib menginput atau membooking via online my cargo dimana perhitungannya muatan GC kubikasi/bobot,”ungkap Teguh.
            Jika proses boking pemuatan barang tidak sesuai prosedur maka dipastikan maka tak bisa diklaim asuransi atas kerugian yang dialami para shipper.
Untuk itu dihimbau kepada para shipper box ikan untuk menemui pihak PELNI dengan membawa bukti-bukti boking pemberangkatan barang mereka.
              Disampaikan pihak PELNI dalam upaya untuk melakukan penelusuran dengan melibatkan aparat kepolisian terkait proses pemberangkatan box-box ikan tersebut.
              Jika ditemukan ada kesalahan atau pelanggaran prosedur dalam proses pemberangkatan box-box ikan tersebut maka akan direkomendasikan untuk diproses hukum. “Kita sementara berkoordinasi juga dengan kepolisian untuk telusuri prosesnya pemuatan barang, apa ada manifest atau tidak. Jika tidak sesuai SOP kita akan ambil tindakan tegas,”katanya.
              Disampaikan sesuai data manifest PT. PELNI ada 880 box ikan yang termuat di kapal yakni 15 box asal Maumere, Lewoleba 480 box dan Larantuka 385.
               Dari jumlah itu baru 694 box yang sudah terbongkar atau dievakuasi dan yang belum terbongkar atau rusak ada 186 box.
              Para shipper diminta untuk menghubungi pihak PELNI untuk proses klaim dengan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk klaim asuransi.
               Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti prosedur pengiriman barang melalui kapal PELNI. (Jmb)
Baca juga  Danrem 161/Wirasakti Kupang Kunjungi SPPG Babau - Kupang Timur

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini