30.3 C
Kupang
Kamis, Maret 12, 2026
Space IklanPasang Iklan

Kelangkaan Elpiji di Kupang Tak Hambat Layanan MBG di Amarasi

Kupang, timurtoday.id – Beberapa pekan lalu Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji sulit diperoleh warga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di agen distribusi maupun pengecer tak tersedia seperti biasanya. Kalaupun ada harganya tak lagi normal seperti sebelum kelangkaan terjadi.

Pantauan timurtoday id. kondisi ketersediaan Elpiji di lapangan kini berangsur normal meski dengan harga yang belum stabil.

“Iya selama dua minggu kemarin memang langka. Kita harus jalan keliling cari,tapi ini minggu sudah mulai ada, tapi harganya naik. Awal sebelum langka untuk yang 12 kilogram Rp 265 ribu, saat kelangkaan itu Rp 400 ribu pertabung sekarang ini pertabung 12 kilogram kita dapat dengan harga Rp 340 kilogram,”kata Melinda Tribuana Johanis, konsumen Elpiji di kabupaten Kupang, Rabu (11/3) sore.

Melinda adalah Person In Charge (PIC) atau penanggungjawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tesbatan, Amarasi. Elpiji merupakan kebutuhan utama SPPG dalam proses pengolahan MBG.

Melinda mengatakan meski saat kelangkaan itu Elpiji ukuran 12 kilogram sulit didapat namun kondisi itu tidak sampai pada penghentian layanan MBG sebagai dampak dari kelangkaan Elpiji tersebut. “Memang kita terganggu dengan kelangkaan itu, tapi kita bisa kendalikan sehingga layanan MBG tetap jalan normal,”kata Melinda.

Ia mengatakan dalam sehari SPPG Tesbatan membutuhkan enam sampai tujuh tabung Elpiji ukuran 12 kilogram.

Dapur MBG Tesbatan melayani lebih dari 2.000 siswa, balita, ibu hamil dan menyusui di kecamatan Amarasi. (Jmb)

Baca juga  Monitoring BBWS NUSRA II ke Kolabe - Amfoang Utara, Pekerjaan Irigasi Oehani Tak Halangi Aktifitas Pengelolaan Sawah

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini