29.3 C
Kupang
Sabtu, Maret 21, 2026
Space IklanPasang Iklan

Mengenal Yonif TP, Satuan Baru TNI AD Di-era Presiden Prabowo

Pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025) lalu Presiden Prabowo Subianto meresmikan 162 satuan baru di lingkungan TNI.

Satuan baru yang diresmikan Presiden terdiri dari 6 komando daerah militer, 14 komando daerah angkatan laut, 3 komando daerah angkatan udara, 1 komando operasi udara, dan 6 grup komando pasukan khusus. Selain itu, 20 brigade teritorial pembangunan, 1 brigade infanteri marinir, 1 resimen korps pasukan gerak cepat, serta 100 batalyon teritorial pembangunan.

Penambahan satuan disebut dibutuhkan untuk mewujudkan pertahanan negara yang kuat.

Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) adalah salah satu satuan baru dari 162 satuan baru di lingkungan TNI yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI.

Yonif TP atau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan adalah satuan baru di lingkup TNI Angkatan Darat (AD)

Satuan ini dirancang untuk menggabungkan fungsi pertahanan (tempur) dengan tugas teritorial, khususnya dalam ketahanan pangan, pertanian, peternakan, perikanan, dan pembangunan wilayah guna mendukung agenda nasional.

Selain tugas utama mempertahankan wilayah, pembentukan Yonif TP untuk memperkuat ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan tidur dalam rangka mendukung program swasembada pangan serta kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah.

Yonif TP didesain memiliki kompi pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan guna mendukung kemandirian satuan dan ketahanan pangan wilayah tanpa mengabaikan fungsi pertahanan oleh Kompi Senapan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan kemampuan tempur.

Untuk mendukung fungsi pembangunan Prajurit Yonif TP dibekali keterampilan tambahan selain pertempuran konvensional, seperti keahlian pertanian, konstruksi (Zeni), dan kesehatan. Hal itu juga merupakan bagian dari strategi memperkuat doktrin Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Baca juga  Mengenal Meutya Hafid, Sang Jurnalis Berdedikasi di Kabinet Merah Putih

Target Pembentukan

Pemerintah melalui kementerian pertahanan menargetkan pembentukan 500 Yonif TP diberbagai daerah dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, dengan pembagian 100 batalyon per-tahun.

Yonif TP berada di bawah komando utama Komando Daerah Militer (Kodam), dan komando khusus/taktisnya dalam struktur Brigade Infanteri (Brigif) TP atau Korem.

Simbol Kehadiran Negara

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa keberadaan Yonif TP merupakan simbol kehadiran negara terhadap rakyat. “Eksistensi Yonif TP merupakan simbol kehadiran negara yang memberi rasa aman, harapan, dan masa depan yang lebih kuat bagi NKRI,” kata Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Yonif TP 888/Satria Sejati, Bangunrejo, Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).

Yonif TP 929/MMM

Pada Kamis (19/3) malam sekitar pukul 20.43 WITA 541 personil TNI AD tiba kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dipimpin Mayor Inf Andi Baso S.Tr. Han.

Kodim 1621/TTS memginformasikan 500-an tentara itu adalah Batalyon infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 929 Meo Matane Mutis (MMM).

Kedatangan mereka disambut Dandim 1621/TTS Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo, S.Sos, didampingi Pasi Log Lettu Inf Daniel Selan di Marshalling Area (MA) kawasan BP2SDM Bu’at, desa Noinbila kecamatan Molo Selatan. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini