26.3 C
Kupang
Rabu, Maret 18, 2026
Space IklanPasang Iklan

Ruang Belajar Reot SDN Tapen di Takari – Kupang, Guru Ofong : “Hujan Angin Tembus Dinding”

Kupang, timurtoday.id – Selasa (17/3) sore timurtoday.id menerima kiriman cuplikan vidio dari salah seorang warga kabupaten Kupang.
              Vidio berdurasi 1.15 menit itu menyajikan kondisi dua ruang belajar yang reot. Berdinding bebak, berlantai tanah beratap seng.
               Dalam ruangan tak ada siswa namun ada sejumlah kursi dan meja kayu yang berderet layaknya ruang belajar.
             Ada juga sepasang kursi meja guru di depan ruangan dan papan tulis.
Papan tulis salah satu ruang berwarna putih dan satu ruang lainnya berwarna hitam yang menggantung di depan deretan meja kursi.
              Di papan hitam terpampang beberapa baris tulisan berwarna putih yang menempel. “Kita masih pakai kapur tulis”, bunyi suara dari balik Vidio itu.
             Warga pengirim vidio ini mengatakan dua ruang itu adalah ruang belajar siswa UPTD SDN Tapen, Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang.
            Donatus Ofong, salah satu guru sekolah tersebut yang dikonfirmasi mengatakan dua ruang kelas yang ada dalam vidio tersebut adalah ruang belajar kelas 1 dan kelas 2  UPTD SDN Tapen.
                Kondisi dua ruang tersebut sangat mengganggu aktifitas belajar mengajar terutama saat hujan dan angin. “kalau pas hujan dan angin kami bersama anak anak harus menepi cari tempat yang kering untuk berdiri karena hujan tembus dinding bebak dan ada beberapa seng juga bocor tapi klau musim panas aman tapi hanya masalah debu tanah lantai yang tidak bersahabat,”keluhnya.
Bantuan BPJS dan WVI
            Dua ruang darurat tersebut digunakan sejak tahun 2015 dengan kondisi semula beratap daun, berlantai tanah tanpa sekat.
                Kemudian Pada tahun 2018 dilakukan perbaikan setelah sekolah itu mendapat bantuan seng, semen dan triplek dari BPJS kabupaten Kupang. “Tahun 2018 dapat bantuan seng, semen, tripleks dari BPJS kab.kupang lalu kerja fanderen  dan rubah bentuk jadi satu air dan dinding bebak,di sekat bagi 3 dengan  tripleks,”ungkap guru Donatus Ofong.
               Pada tahun 2022, satu ruangan dipakai sebagai ruang perpustakaan sehingga tersisa dua ruangan yang digunakan sebagai ruang belajar hingga kini. Satu ruang direnovasi jadi ruang perpustakaan setelah mendapat bantuan dari yayasan WVI. “Tahun 2022 di copot 1 ruang untuk pembuatan perpustakaan dari yayasan WVI. Sisa 2 ruang yang di pakai sampai sekarang untuk belajar kls 1. dan 2,”urainya.
              Yayasan WVI masih menunjukan kepedulian terhadap pembenahan bangunan sekolah itu meski itu hanya sebatas renovasi.
            Pihak orang tua siswa kini sementara mengumpulkan material untuk menunjang upaya renovasi bangunan itu oleh yayasan WVI. “sekarang ini rencana wvi untuk mau rehap dengan posisi yang ada,tapi hanya bantu sebagian saja tidak seluruhnya, masih dalam pengumpulan bahan oleh orang tua siswa dan pihak komite sebagai mitra tetap mendukung segala aktifitas yang ada di sekolah ini,”katanya.
               Dua ruang darurat itu dikatakan menjadi tempat belajar dari 10 siswa kelas satu dan delapan siswa kelas dua.
Keseluruhan siswa di sekolah itu sebanyak 54 orang dengan jumlah guru 10 oranh.
             Selain dua ruangan darurat itu UPTD SDN Tapen memiliki tiga bangunan semi permanen bantuan dari BPBD kabupaten Kupang tahun 2017 dan dua ruang permanen yang dibangun tahun 2021 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. (Jmb)
Baca juga  Berkaca Dari BUMDes, 3 Kades di Kupang Ingin KMP Punya Pengawas Khusus, Libatkan APH 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini