25.3 C
Kupang
Minggu, Agustus 31, 2025
Space IklanPasang Iklan

Menteri Agama Diminta Copot Rektor IAKN Kupang, Masalah Beasiswa PIP Jadi Salah Satu Alasan

Kota Kupang, TiTo – Kepemimpinan Dr. I Made Suardana, M.Th, sebagai Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th tak lagi disenangi sejumlah tokoh masyarakat, akademisi dan pendiri kampus.

         Sejumlah kebijakan yang dimunculkan dikabarkan mengecewakan sejumlah elemen tersebut dan berujung permohonan pemecatan I Made Suardana sebagai rektor kepada Menteri Agama Republik Indonesia.
         Dalam surat yang diperoleh media ini para tokoh menilai sejak diangkat pada Agustus 2024 lalu, kepemimpinan Dr. I Made justru melahirkan banyak kebijakan kontroversial yang dianggap meresahkan civitas akademika, ASN, tenaga honorer, mitra gereja, serta masyarakat luas.
        Salah satunya soal dugaan pemotongan jumlah penerima beasiswa PIP tahun 2024 kemarin dari 1.300 orang menjadi 800 orang.
“Sejak awal berdirinya tahun 2007, IAKN Kupang hadir sebagai aspirasi umat Kristen dengan dukungan GMIT dan GKS. Kehadiran kampus ini menjadi harapan masyarakat berpenghasilan rendah, apalagi biaya kuliahnya terjangkau dan banyak mahasiswa terbantu dengan beasiswa PIP,” tulis para tokoh dalam pernyataan tertulis mereka.
        Selain itu, rektor juga dituding lebih banyak mengangkat pejabat struktural yang bukan putra daerah NTT, bahkan tidak merekomendasikan tenaga honorer yang sudah mengabdi lebih dari 12 tahun untuk ikut seleksi PPPK.
“IAKN Kupang tahun 2023 mendapat penghargaan sebagai kampus moderat karena pluralitasnya. Namun kini arah kebijakan rektor justru bertolak belakang. Ia memimpin dengan gaya otoriter, bahkan membatalkan bantuan studi bagi sembilan dosen yang sedang menempuh pendidikan S3,” tegas pernyataan itu.
        Para tokoh yang menandatangani surat tersebut di antaranya Pdt. Drs. Yesach D., Drs. Jonathan Nubatonis (Ketua Persehatian Orang Timor), Drs. Ambrosius Korbafo, M.Si (tokoh masyarakat), Pdt. We Ince Kamelia Maleng, M.Th (Tim Pendiri), serta Yeheskial Natonis, SH., M.Hum (Sekretaris Komite Advokasi Daerah NTT).
        Dengan berbagai alasan itu, mereka mendesak Menteri Agama RI segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan marwah IAKN Kupang. “Kami mohon Bapak Menteri Agama mempertimbangkan kembali Dr. I Made Suardana sebagai Rektor IAKN Kupang,” tulis mereka, dikutip dari korantimor.com.
        Rektor I Made Suardana yang dihubungi pertelepon, Kamis (31/7) tidak merespon panggilan WhatsApp media ini. (Oca/jmb)
Baca juga  PENJUDI Sabung Ayam di Oebelo LOLOS Dari SERGAPAN Polisi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini