SoE, timurtoday.id – Penjemputan sejumlah (bukan satu) aparat pemerintah desa (Pemdes) Toineke kecamatan Kualin kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) oleh anggota polisi dari Polsek Kualin Jumat pekan lalu rupanya bukan soal pembagian benih Jagung kepada petani di empat dusun desa itu.
Penjemputan itu kaitan dengan penyelesaian pembayaran pekerjaan fisik jalan yang dianggarkan desa setempat tahun 2025 kemarin.
Wanse Talaen, salah satu oknum aparat pemdes Toineke kepada timurtoday.id, Senin (16/2) melalui layanan WhatsApp menyampaikan ada sejumlah aparat pemdes yang dijemput polisi dari kediaman mereka, bukan hanya dirinya.
Yang dijemput polisi ada juga kepala desa (kades) sekretaris desa (sekdes), bendahara desa dan kepala urusan (kaur) kesejahteraan rakyat (kesra).
Disampaikan Wanse, pada Jumat (13/2) ada dua anggota polisi yang mendatangi rumah mereka masing-masing dan mengajak ke Mapolsek Kualin.
Awalnya ia tidak tahu alasan penjemputan tersebut namun setelah disampaikan ‘ibu Yola’ rekan aparat desa yang hadir juga di rumahnya bersama polisi saat itu, ia kemudian tahu kalau tujuan mereka ke Mapolsek ada kaitannya dengan pekerjaan fisik jalan desa.
“bt mo jelaskan ee hari jumat Sore Ada 2 orng polisi dtng jmpt Bpk Kepala desa Dan jmpt juga ibu Kase Kesra setelah itu singga d rmhnya ibu sekdes toineke untuk di jmpt, singga lagi ke bendahara desa untuk jmpt tpi ibu sek dengan Pak bendahara Katax nnt bawa motor, jadi ke 4 orng ini bapa polisi 2 orng bapa desa dan Ibu kasie kesra dtnglah ke rmh Tujuan Jmpt bt krna Katanya ada perintah dari atas untuk suru jmpt kami semua, dan saat itu bt Tnya jmpt atas Dasar apa, ibu yola Blng ibu wanse Ini Polisi Jmpt kta Untuk mau pi krna Pihak Ke 3 pekerjaan Fisik Jalan Ini ada di polsek mknx Sru jmpt kita semua, bt masi smpt blng eee bt sonde tau Sampe Situ krna Bt sonde Perna Urus Itu fisik jalan, dan Dri situ bt siap Krna katax semua hrus hadir. bt bergegas ganti pakian dan Kmi Menuju Polsek,”urai Wanse dalam WhatsApp-nya.
Disampaikan saat mereka tiba di Mapolsek mereka masih sempat berdialog dan disitu terungkap kalau jasa pihak ketiga berupa sewa alat dan material untuk pekerjaan jalan desa tersebut belum dibayar.
“Stlah ibu sek dtng (tiba di Mapolsek) kmi sma2 berunding krna Pihak ke 3 minta untuk itu saat juga harus bayar Alat dan Bahan yg sdh kasi turun tapi blm di bayar, Bahkan pekerjaan sdh 95% tpi blm 1 sen yg d bayar katanya. dan d fto ini bukti bahwa yg pi polsek tu bukan Slh satu tapi Kami semua,”ungkapnya.
Kapolsek Kualin, Ipda Diknas Melm Wiryanto Aoliso, SH, Minggu (15/2) malam membenarkan adanya penjemputan sejumlah aparat desa tersebut. Dan penjemputan tersebut bukan kaitan dengan pembagian benih jagung tapi penyelesaian masalah yang kaitannya dengan pembayaran pekerjaan jalan desa.
Pihaknya melakukan upaya itu karena ada pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan.
“Kami dari Polsek Kualin menerima pengaduan dari masyarakat terkait permasalahan pembayaran pekerjaan di Desa. Untuk itu kami berupaya menghadirkan untuk melakukan klarifikasi dan memfasilitasi pertemuan antara pihak agar situasi kamtibmas tetap kondusif. Mksh,”demikian WhatsApp Kapolsek Diknas Aoliso. (Jmb)
