Kupang, timurtoday.id – Aparat Polres Kupang telah mengamankan enam orang warga terkait bentrokan antar kelompok warga di pertigaan jalan menuju komplek perumahan 2100 di desa Oebola Dalam kecamatan Fatuleu, Sabtu (11/4) subuh.
Kapolres Kupang, AKBP Rudy Jakop Ledoh kepada timurtoday.id, Sabtu malam mengatakan enam orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif penyidik di Mapolres Kupang.
Keenam orang tersebut diduga terlibat dalam pengroyokan terhadap BN, oknum security perumahan Pejuang Eks Timor Timur tersebut.
“Enam orang sudah kami amankan dan sementara diperiksa penyidik,”kata Kapolres Rudy melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan polisi masih melakukan penelusuran soal adanya keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Disampaikan selain BN yang mengalami luka berat, ada juga tiga warga lain yang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Informasi yang diperoleh dari pihak Rumah sakit kata Kapolres Rudy, kondisi BN yang sebelumnya kritis sudah membaik.
Kapolres Rudy menambahkan masalah itu akan diproses tuntas dan meminta kepada warga untuk tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang beredar yang bisa menimbulkan persoalan ikutan.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan pimpinan umat setempat dalam rangka menenangkan kondisi masyarakat.
Kapolres Rudy mengatakan bentrokan tersebut dipicu pertengkaran antar oknum warga yang diduga dalam pengaruh alkohol.
Sementara kuasa hukum korban BN, Nuno Da Costa,SH meminta Polres Kupang untuk profesional dalam proses hukum pengungkapan kasus itu. “Saya sebagai kuasa hukum BN meminta polisi untuk usut tuntas kasus ini,”kataNuno melalui sambungan telepon.
Dikatakan pihaknya siap membantu polisi dalam mengungkap kasus pengeroyokan tersebut.
Disampaikan kliennya juga mengalami kerugian karena kehilangan satu unit sepeda motor dalam peristiwa tersebut. Ia meminta polisi untuk menyelidiki juga kasus kehilangan motor tersebut.
Menurut Nuno Da Costa, kejadian tersebut bermula ketika ada pertengkaran antara beberapa orang warga di lokasi itu.
BN kemudian datang melerai namun ia malah dianiaya oleh sejumlah oknum hingga beberapa saat kemudian datang kelompok warga dan terjadilah bentrokan tersebut. (Jmb)