27.3 C
Kupang
Kamis, Januari 22, 2026
Space IklanPasang Iklan

Kisah Ester, Siswi Penerima Beasiswa PIP di Fatuleu Yang Uangnya Diembat  Dari Rekening

Kupang, timurtoday.id – Program Beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) sudah bertahun-tahun dinikmati oleh jutaan siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK di tanah air. Tak terkecuali di kabupaten Kupang.
              Namun ada kisah sedih dan juga aneh yang dialami Ester Kake, pelajar asal desa Nunsaen kecamatan Fatuleu tengah kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini berstatus siswi kelas II salah satu SMP Negeri di kecamatan Fatuleu tengah.
             Ester baru terdaftar sebagai penerima beasiswa PIP tahun 2025 kemarin lewat jalur aspirasi Aniya Yocoba Gah, anggota DPRD RI.
              Namun Rekeningnya sudah ada di BRI sebagai penerima beasiswa sejak enam tahun sebelumnya saat ia masih duduk dibangku kelas II SD. Bahkan uang di rekening itu rutin diambil setiap kali ada pencairan dana beasiswa PIP.
              Yesta Kake, ayah Ester mengisahkan pada tahun 2025 ia mendatangi Rumah Aspirasi Anita Jakoba Gah untuk mendaftar anaknya sebagai calon penerima beasiswa PIP.
            Dalam proses itu anaknya dinyatakan lolos sebagai peserta didik penerima beasiswa PIP. Ia diserahkan bukti berupa sertifikat oleh pihak rumah aspirasi Anita Jakoba Gah.
“Puji Tuhan nona (Ester-anaknya) diterima sebagai penerima beasiswa PIP sehingga kami dikasih sertifikat penerima manfaat,”ungkap Yesta.
              Setelah itu pihak rumah aspirasi mengarahkan untuk melengkapi dokumen persyaratan pendukung lainnya yakni membuka rekening di bank BRI.
             Saat itulah fakta mengejutkan didapat.  Ternyata nama anaknya telah terdaftar sebagai penerima beasiswa sejak kelas II SD dan hingga sekarang dana beasiswa atas nama anaknya masih terus diambil oleh pihak yang tak jelas.
“Saat kita mau buka rekening di bank BRI, dari bank bilang atas nama anak saya sudah ada rekening dan ATM semenjak kelas II SD sampai sekarang SMP,”katanya.
           Ia lantas merasa bingung dan aneh karena sebelumnya ia tidak pernah mengurus pembukaan rekening beasiswa PIP untuk anaknya. Lebih aneh lagi hingga pada semeter penerimaan terakhir uang beasiswa anaknya cair dan diambil keluar dari rekening itu.
“Saya kaget karena tidak pernah urus rekening untuk beasiswa tapi rekening ada, baru dari pihak bank bilang atas nama tersebut ambil uang setiap semester berjalan dari SD sampai SMP sedangkan kami tidak pernah terima uang,”katanya.
           Yesta mengatakan ia sudah beberapa kali mendatangi BRI untuk mendapatkan kejelasan soal itu namun pihak BRI terkesan pasif atas persoalan itu.
“saya kurang lebih sudah lima kali ke BRI tapi tidak ada kepastian.  Bank hanya bilang pulang dan cek ulang, masa bank tidak bisa selesaikan ini masalah?,”tanya Yesta.
          Ia berharap kepada seluruh pihak terkait baik itu pemerintah kabupaten Kupang melalui Dinas pendidikan, DPRD, BRI dan juga pihak lainnya untuk turut memberikan atensi terhadap persoalan tersebut sehingga anaknya bisa mendapatkan haknya.
“Saya berharap kepada pak Bupati,pak kepala dinas pendidikan,bapa ibu anggota dewan, pihak bank, dan pihak-pihak terkait untuk bantu saya bersama keluarga supaya anak kami bisa dapat dia punya hak,”keluhnya. (Asb)
Baca juga  Cahaya Pelita Paskah 2025 Dari Lingkungan Jemaat Lahairoi Merdeka - Kupang Timur

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini