Kupang, timurtoday.id – Program layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program terobosan presiden Prabowo Subianto sudah berjalan lebih dari setahun.
Namun di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), program yang menyasar anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui itu belum menjangkau seluruh wilayah kecamatan yang ada. Terutama wilayah kecamatan terluar seperti di Pulau Semau dan Amfoang yang jauh dari pusat pemerintahan.
Data rekapan dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Kupang tentang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaksana program MBG, yang mengurus Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS) menunjukan jangkau MBG di kabupaten Kupang baru menjangkau kecamatan-kecamatan yang tak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten Kupang di Oelamasi kelurahan Naibonat kecamatan Kupang timur.
Hingga akhir Januari 2026 baru ada sekitar 21 SPPG yang beroperasi. Kebanyakan SPPG itu berada di kecamatan Kupang timur dan Kupang tengah.
Ada juga SPPG di sejumlah kecamatan sekitar pusat pemerintahan seperti di wilayah Amarasi, Kupang barat, Fatuleu, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur dan Takari namun itu pun jumlahnya tak sebanyak di kecamatan Kupang timur dan Kupang tengah.
Untuk beberapa kecamatan di wilayah Amarasi ada SPPG Tesbatan, Kotabes, Teunbaun dan Sonraen.
Wilayah Kupang timur ada SPPG Babau 1, Babau 2, Naibonat, Tuapukan-Merdeka, Manusak.
Kecamatan Amabi Oefeto ada SPPG Fatukanutu. Kecamatan Amabi Oefeto Timur ada SPPG Oemofa.
Kecamatan Kupang tengah ada SPPG Mata Air, Matani, Noelbaki, Tanah Merah, Penfui timur, Oebelo. Di kecamatan Kupang barat ada SPPG Batakte.
Kecamatan Fatuleu ada SPPG Kiumasi dan Camplong 1 dan di kecamatan Takari ada SPPG Takari.
Sementara untuk kecamatan di wilayah pulau Semau dan Amfoang yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan belum ada satupun SPPG yang beroperasi. MBG belum menjangkau wilayah itu.
Kepala Badan Perencanaan Pembagunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) kabupaten Kupang, Paulus Liu yang dihubungi Jumat (30/1) mengatakan SPPG yang beroperasi saat ini adalah SPPG Mandiri yang melayani MBG untuk ribuan siswa/siswi, ibu menyusui dan ibu hamil di sejumlah kecamatan.
Pemkab Kupang dikatakan sementara dalam proses pembangunan fisik SPPG atau dapur Aglomerasi untuk memperluas jangkauan MBG di kabupaten Kupang.
Kabarnya ada lebih dari 60 SPPG yang kini dalam proses pembangunan fisik oleh pemkab Kupang melalui pihak ketiga. Letak puluhan SPPG tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Kupang. (Jmb)
