25.3 C
Kupang
Rabu, April 8, 2026
Space IklanPasang Iklan

Reses Anton Natun di Oebesi – Amarasi Timur, Kolaborasi dan Proaktif Warga Dibutuhkan

Kupang, timurtoday.id – Anggota DPRD kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Anton Natun, pada agenda Reses kali ini memilih kecamatan Amarasi timur menjadi lokasi yang dikunjungi untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Desa Oebesi menjadi titik pertama yang didatangi legislator empat periode di DPRD kabupaten Kupang itu dalam mengeksekusi tujuh titik reses yang diagendakan.

Rabu (8/4) siang Anton Natun bertemu sekitar seratus masyarakat Oebesi dan aparat pemerintah kecamatan, perangkat desa serta pejabat kepolisian dan TNI di kecamatan Amarasi timur, di kantor desa Oebesi.

Beragam aspirasi disampaikan sejumlah warga dalam pertemuan tersebut. Dari persoalan infrastruktur jalan, pendidikan, ekonomi hingga layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diutarakan warga dan meminta diperjuangkan Anton Natun melalui DPRD untuk diakomodir sebagai program pembangunan.

Anton Natun menyampaikan apa yang dibutuhkan warga lewat usulan yang disampaikan baik itu lewat Musrenbang ataupun Reses menjadi tanggungjawab pemerintah untuk diwujudkan namun kondisi kemampuan keuangan daerah menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menjawab semua usulan sekaligus.

Sesungguhnya kata Anton Natun, APBD II, APBD I maupun APBN dapat diperjuangkan untuk menjadi sumber pendanaan dalam rangka menjawab kebutuhan yang diaspirasikan namun untuk mewujudkan itu menurutnya sangat dibutuhkan kerjasama atau kolaborasi masyarakat, DPRD dan Pemerintah dalam upaya mewujudkan apa yang dibutuhkan warga.

Selain itu tambah Anton, proaktif warga untuk mengawal usulan program yang telah diusulkan juga sangat diperlukan. “Setelah diusulkan jangan duduk diam, harus proaktif untuk kawal. Bila perlu datang bertemu kita bergerak bersama-sama sampai program itu jadi, kerjasama itu perlu. Saya tantang orang Oebesi untuk proaktif,”kata Anton Natun dengan suara lantang.

Ia mengatakan persoalan banjir yang menggenangi dan merusak ruas jalan utama dan perumahan warga yang banyak disinggung warga dalam pertemuan itu bisa diupayakan untuk pendanaannya lewat APBN melalui Balai Pengelola Jalan Nasional karena ruas jalan itu menjadi penunjang aktifitas perekonomian warga. “Saya sudah koordinasi dengan dinas PUPR kabupaten agar ketika usulan masuk direkomendasikan ke balai jalan untuk program inpres jalan daerah, saya juga sudah koordinasi dengan balai jalan juga, jadi mari kita kerjasama dan proaktif perjuangkan pembenahan jalan utama di Amarasi timur ini, tidak ada keberhasilan tanpa kerjasama,”katanya.

Baca juga  SMP Negeri 9 Kupang Timur, "Terimakasih Pak Presiden"

Anton juga menyampaikan kesiapannya untuk mengawal usulan lainnya lewat forum DPRD.

Usulan-usulan Warga

Primus LM, Bintara pembina potensi maritim (Babinpotmar) kecamatan Amarasi timur :

– Perbaikan Jalan Oebesi – Enoraen sepanjang 10 kilometer yang rusak dari oebesi ke Enoraen dan jalan-jembatan arah obyek wisata dusun 6 Rium desa Pakubaun perlu diaspal karena banyak orang ke lokasi wisata itu.

– Perhatian dinas peternakan karena dalam satu minggu terakhir ada tiga ternak sapi warga yang mati mendadak.

– Banyak anak sekolah yang tidak bisa ikut ujian karena data tidak valid, tidak punya akta kelahiran karena orang tua belum menikah. Perhatian dinas Dukcapil diperlukan untuk mengatasi persoalan itu.

– Pengelola program MBG diminta untuk membeli hasil perkebunan warga seperti pisang, ubi dan sayuran yang ditanam warga.

Yan, Tokoh Adat Oebesi mohon bantuan traktor besar untuk membantu petani mengolah lahan mereka , lembaga adat oebesi.

Ako, tokoh masyarakat meminta perbaikan jalan dan saluran air dari pertigaan Pakubaun – pasar Siuf yang rusak dan jadi genangan air saat hujan.

Ketua komite SDI Siuf meminta perbaikan tiga ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan namun masih digunakan sebagai ruang belajar dan kelompok peternak di Oebesi yang tidak diberdayakan setelah dikukuhkan.

Imanuel, warga dusun 1, perbaikan ruas jalan ke Rium, Rabeka, Oebesi dan arah ke kota kecamatan yang belum tersentuh perbaikan. Jalan itu menjadi rute distribusi MBG ke sekolah-sekolah di kecamatan Amarasi timur. “bagaimana pelayanan MBG nanti, akan terhambat karena jalan rusak jadi kami mohon jalan ini diperbaiki,”kata Imanuel yang juga sampaikan keluhan soal dana desa yang berkurang tahun ini yang menyebabkan banyak program desa tak bisa dilaksanakan.

Baca juga  MBG Menjangkau Amarasi, PIC : "Pelayanan Premium"

Runesi mengusulkan pengasaan kantor bank di Amarasi timur karena warga kesulitan akses jasa perbankan.

Faisal menyampaikan soal kesulitan warga menjual ternak sapi mereka karena kata pedagang atau pembeli, quota pengiriman sapi kabupaten Kupang sudah habis.

Apresiasi dan Terimakasih

Kades Oebesi, Cornelis Nenoharan mewakili pemerintah dan warga setempat menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Anton Natun yang sudah memilih Oebesi sebagai titik resesnya.

“Apresiasi untuk bapak Anton Natun yang berkenan melakukan reses di Oebesi, desa di ujung timur Amarasi. Kami berterimakasih,”katanya.

Disampaikan ada begitu banyak kebutuhan masyarakat Oebesi yang belum tersentuh program pemerintah karena itu ia berharap apa yang disampaikan warga dapat dikawal dan diwujudkan sebagai program pemerintah untuk masyarakat Oebesi. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini