29.3 C
Kupang
Kamis, Januari 15, 2026
Space IklanPasang Iklan

BBWS Nusra II ke Kolabe, Amfoang Utara

Kupang, timurtoday.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara (Nusra) II, Kamis (15/1) turun ke desa Kolabe kecamatan Amfoang Utara kabupaten Kupang.
           Kabid Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) BBWS NT II Frangky Welkis, Kamis pagi menyampaikan pihaknya ke Kolabe untuk meninjau pekerjaan proyek irigasi di wilayah itu yang dikerjakan pada triwulan III tahun 2025 kemarin. “Kita mau ke lokasi untuk pastikan kondisi proyek di lapangan, kemarin ada pak camat dan kepala desa kesini (kantor BBWS) sampaikan beberapa hal sehingga kami ingin pastikan kondisi lapangan seperti apa,”kata Frangky lewat telepon, Kamis (15/1) pagi.
            Sehari sebelumnya, Rabu (14/1) camat Amfoang Utara Hendra Mooy dan sejumlah kepala desa (kades) mendatangi kantor BBWS Nusa Tenggara (Nusra) II meminta agar proyek irigasi di Desa Kolabe, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT, segera diselesaikan. “Kami minta kalau bisa segera diselaikan agar petani saya bisa tanam (padi),” ujar Hendra Mooy dikutip dari detikbali.com.
            Hendra menjelaskan area persawahan itu merupakan lumbung pangan 400 lebih kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima desa dan kelurahan, yakni Desa Kolabe, Afoan, Fatunaus, Lilmus, Bakuin, dan Kelurahan Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara. “Itu merupakan sentra pertanian dan lumbung pangannya masyarakat di Kecamatan Amfoang Utara. Memang lahannya terletak di Desa Kolabe, tapi pemiliknya tersebar di lima dan satu kelurahan,” jelas Hendra.
           Saat ini, Hendra berujar, petani setempat masih membajak sawah dan melakukan persemaian, tetapi belum ada yang mulai menanam. Hendra tak ingin petani sampai gagal tanam hingga gagal panen terjadi. Ia mengaku kedatangan mereka sebagai langkah antisipasi agar hal tersebut tak terjadi. “Cukup sulit juga kalau keadaan di lapangan akibat cuaca saat ini, tapi bagaimana langkah-langkah antisipasi yang diambil agar hal itu tidak terjadi,” katanya.
           Hendra mengatakan irigasi tersebut baru dikerjakan sekitar 186 meter dari 1.500 meter. Sehingga kendala seperti apa pun, proyek tersebut harus diselesaikan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
            Proyek irigasi tersebut dikerjakan menggunakan APBN tahun anggaran 2025 sebesar Rp 102 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana dan PT Agrinas Palma Nusantara selaku Konsultan Teknis. Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai NTT II Satuan Kerja NVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) NT.II/RR.1/515, bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rawa 1. (Jmb/detik.com)
Baca juga  Polda NTT Rekonstruksi Kasus Dugaan Penganiayaan di Ruang Ketua DPRD Kupang

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini