Kupang, timurtoday.id – Berkaca dari temuan Panitia khusus (Pansus) DPRD Kupang LKPj kepala daerah tahun 2025 di ruas jalan hotmix desa Pitay – Sulamu kecamatan Sulamu yang rusak dibeberapa titik usai dikerjakan, Anton Natun, anggota Pansus mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pekerjaan jalan Hotmix ruas Binlaka – Oeltua di desa Baumata kecamatan Taebenu yang kini dalam pekerjaan CV. Laksman.
Kepada
timurtoday.id, Rabu (15/4) Politisi partai Hanura berlatar belakang tekhnik sipil ini mengatakan kualitas pekerjaan konstruksi jalan sangat bergantung pada kualitas material yang digunakan dan lapisan konstruksinya.
Jika kualitas material dan konstruksi pekerjaan tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak kerja maka akan berdampak pada usia penggunaan jalan setelah dikerjakan. “Kalau materialnya tidak pas dan ketebalan lapisan tidak sesuai kontrak maka bisa gampang rusak, usia pekerjaan tidak akan lama,”katanya di sekretariat DPC Hanura kabupaten Kupang.
Sepengetahuan Anton, untuk jalan hotmix biasanya menggunakan lapisan agregat A yang terdiri atas beberapa jenis material berkualitas super dengan kepadatan lapisan pada ketebalan tertentu yang ditetapkan dinas tekhnis.
“Biasanya hotmix itu pake agregat A, ada juga pakai material konvensional karena pengecualian dari instansi tekhnis karena pertimbangan tertentu, saya belum tahu untuk yang di Baumata itu ketentuan materialnya bagaimana,”kata Anton Natun.
Kepada dinas PUPR sebagai pemilik pekerjaan dan konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan jalan tersebut diminta untuk mengawasi penggunaan material yang digunakan pelaksana pekerjaan. Karena menurutnya bisa saja pelaksana proyek mengabaikan ketentuan tekhnis proyek jika ingin mendapatkan untung besar.
Sebelumnya, Nazar, kepala bidang Bina marga dinas PUPR kabupaten Kupang menyampaikan konstruksi lapisan ruas jalan Binlaka-Oeltua yakni urugan pilihan (Urpil) setebal 10-20 cm padat, agregat A setebal 20 cm dan ketebalan hotmix 4 cm.
Panjang jalan dikatakan 4,2 kilometer, Lebar 4,5 meter dengan bahu jalan berkonstruksi rabat beton K125 di sisi kiri kanan jalan dengan lebar masing-masing sisi 75 cm.
Kepala dinas PUPR kabupaten Kupang, Tonci Teuf kepada
timurtoday.id di kantor DPRD Kupang, Selasa (14/4) menyampaikan material proyek sudah diperiksa oleh dinas PUPR dan aktifitas pekerjaan sementara berlangsung.
Di papan informasi proyek yang terpampang di pertigaan jalan Baumata – Oeltua, anggaran paket pekerjaan jalan konekvitas Binlaka – Oeltua bernilai Rp 10,7 miliar lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Tak ada informasi di papan proyek soal panjang pekerjaan jalan tersebut.
Pekerjaan tersebut telah berkontrak pada 16 Maret 2026 dengan masa kerja selama 120 hari kalender dan kontraktor pelaksananya adalah CV.Laksman. Pekerjaan proyek tersebut diawasi PT. Dwipa Mitra Konsultan.(Jmb)