28.3 C
Kupang
Rabu, Februari 4, 2026
Space IklanPasang Iklan

Cara Klasis Kupang Timur Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Nataru, Jaga Toleransi Antar Umat

Kupang, TiTo – Klasis Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kupang timur telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam perayaan Natal tahun 2025 tahun baru 2026.

“Ada sejumlah kegiatan yang sudah kami rumuskan dalam rapat koordinasi atau rapat berkala untuk diterapkan jemaat atau umat di lingkungan gereja masing-masing. Ini agar umat bisa dapat rayakan Natal dan Tahun baru dengan damai dan sukacita,”kata ketua Klasis Kupang timur Pendeta (Pdt) Herry Naimasus kepada timurtoday.id, Sabtu (20/12) di sekretariat Klasis di kelurahan Babau kecamatan Kupang timur.

Dikatakan pihak gereja diminta untuk menggelar kegiatan atau lomba yang melibatkan anggota jemaat agar konsentrasi jemaat tertuju pada perayaan Natal – Tahun baru. Dan dari situ juga terjalin persatuan diantara umat atau jemaat. “Melalui rapat dengan pihak gereja itu kami sudah menyampaikan agar tiap jemaat buat kegiatan dalam rangka menyongsong Natal dan Tahun baru. Itu tujuan untuk mempersatukan semua warga jemaat agar konsentrasi jemaat tertuju pada kegiatan yang ada di gereja. Kalau tidak ada kegiatan bisa saja waktu kosong yang ada jemaat akan isi dengan hal yang berpotensi menimbulkan keributan. Konsep kita Natal Tahun baru harus ada damai dan sukacita,”katanya.

Ia mengatakan ada juga imbauan-imbauan yang disampaikan lewat mimbar gereja kepada jemaat untuk menghindari sikap atau tindakan yang bisa menimbulkan keributan yang menggangu suasana Natal dan Tahun baru. “Kami imbau kepada masing-masing jemaat persiapkan diri dengan keluarga untuk merayakan Natal Tahun baru dengan hal yang baik, tidak berpotensi keributan. Sesuai tema natal tahun ini Allah hadir untuk menyelematkan keluarga, ini berarti bahwa Allah sungguh perhatian keluarga karena melalui keluarga nama Tuhan akan dipermuliakan dan melalui keluarga akan membentuk komunitas besar yang disebut masyarakat,”katanya.

Baca juga  Ratusan Guru Honor di kabupaten Kupang Datangi Kantor DPRD

Ia mengatakan di wilayah Klasis Kupang timur yang wilayah pelayanannya meliputi kecamatan Kupang timur dan Amabi Oefeto, mengkonsumsi miras adalah hal yang berpotensi menimbulkan keributan di masyarakat.

Karena itu pihaknya mengimbau agar jemaat tidak melakukan hal itu saat perayaan namun merefleksi tentang kisah Tuhan Yesus sehingga mendatangkan kedamaian hati menyambut Natal.

“Melalui kegiatan dan imbauan-imbauan itu kita mengajak jemaat merefleksi kembali tentang kelahiran Yesus melalui perayaan Natal yang hadir untuk selamatkan manusia dan dunia. Dan melalui ini kami berharap seluruh warga jemaat menjaga semua anggota keluarga, jaga kemananan ketertiban di lingkungan masing-masing sehingga betul betul Natal bermanfaat dan bermakna bagi kehidupan keluarga gereja dan masyarakat pada umumnya,”sambung Pendeta Herry.

Jaga Toleransi Antar Umat

Sementara ketua Klasis Kupang tengah Pdt.Alfred Waangsir yang dihubungi pertelepon Sabtu malam menyampaikan sejauh ini di wilayah Klasis Kupang tengah hubungan antar umat beragama terjalin sangat baik karena tak ada gesekan sosial antar umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu ia mengimbau kepada jemaat dan warga umumnya agar tetap memelihara toleransi yang terjalin baik antar umat beragama saat ini dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak toleransi yang terjalin. “Mari kita jaga Toleransi, kita berbuat baik dengan semua orang, biar kita beribadah, merayakan Natal dan Tahun baru ini dengan tenang dan damai,”harapnya.(Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini