SoE, timurtoday.id – Salah seorang aparat Pemerintah desa (Pemdes) Toineke kecamatan Kualin kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kabarnya dijemput anggota polisi dan dibawa ke Markas Kepolisian sektor (Mapolsek) Kualin, Jumat (13/2) kemarin.
Salah seorang warga setempat kepada timurtoday.id, Jumat (13/2) malam menyampaikan dugaannya penjemputan itu ada kaitan dengan penyelesaian masalah pembagian benih Jagung oleh Pemdes ke petani setempat beberapa waktu lalu.
Benih jagung itu dibagikan tidak merata kepada petani empat dusun di desa itu. Petani di dusun empat kabarnya tidak kebagian sehingga hal itu dilaporkan ke kepolisian. “Informasinya benih Jagung hanya dibagi ke dusun satu, dua dan dusun tiga, dusun empat tidak dapat, sehingga ada yang laporkan masalah itu ke Polisi. Tadi siang (Jumat 12/2) ada satu kaur (kepala urusan) desa yang dijemput polisi ,”ungkap warga ini yang meminta identitasnya tidak dipublikasi.
Pihak Polsek Kualin belum berhasil dikonfirmasi soal penjemputan tersebut.
Kapolsek Kualin belum merespon konfirmasi WhatsApp timurtoday.id, Minggu (15/2).
Kepala desa (kades) Toineke juga belum berhasil dikonfirmasi terkait penjemputan bawahannya dan pembagian benih jagung tersebut.
Pihak kecamatan Kualin melalui Daniel Liu, sekretaris kecamatan (sekcam), yang dihubungi pertelepon membenarkan ada persoalan soal pembagian benih Jagung di desa Toineke namun persoalan tersebut telah diselesaikan lewat mediasi di kantor camat Kualin sekitar dua pekan lalu. “Masalahnya sudah diselesaikan, pemerintah desa dan TPJ diminta adakan lagi karena masih kurang, belum lengkap, seperti dusun empat,”katanya.
Soal penjemputan oknum aparat pemdes ke Mapolsek Kualin yang diduga ada kaitan dengan pembagian benih tersebut, Daniel Liu mengatakan ia belum tahu persis persoalannya.(Jmb)
