Kupang, timurtoday.id – Warga Taklale kelurahan Babau kecamatan Kupang timur kabupaten Kupang yang akrab disapa Paman Udin punya tanggungjawab mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari pengelolaan alat pertanian berupa Combine, alat panen padi yang diberikan Dinas Pertanian (Distan) NTT.
       Kepada wartawan di Babau, Kamis (30/4) paman Udin mengatakan dalam setahun ia menyetor Rp 30 juta ke distan NTT untuk satu alat. Tahun ini ia mengelola dua Combine. “Saya cari PAD untuk pemerintah, saya setor Rp 30 juta pertahun untuk satu alat,”ungkapnya.
      Untuk mendapatkan setoran PAD dan biaya operasional alat, paman Udin menyewakan jasa panen padi sawah menggunakan alat tersebut dengan hitungan 10 berbanding Satu artinya dari hasil panen 10 karung padi berukuran 40-50 kilogram ia mendapat satu karung padi.
        Ia mengatakan kerjasama dengan distan NTT itu sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan berjalan lancar. “Sudah lama, lebih dari lima tahun, kerjasamanya lancar-lancar saja,”katanya.
        Kepala dinas pertanian NTT, Joas Billi Oemboe Panda, yang dikonfirmasi belum bersedia memberikan penjelasan terperinci soal itu. “Saya masih berada di luar kota, bisa dikomunikasikan dengan kabidnya, Tommy,”ungkap Kadis Joas.
       Ia sempat menjelaskan kalau ada kerjasama operasi (KSO) antara pihak distan NTT dengan petani dalam pengelolaan alat pertanian tersebut.
        Kerjasama itu dilakukan karena Distan tidak memiliki ketersediaan anggaran yang cukup untuk operasional dan maintenance alat pertanian berharga ratusan juta itu.
        Kabid Tommy yang dihubungi menyampaikan ia baru bisa diwawancarai Kamis (1/5) besok.
        Selain Combine dari Distan NTT, Paman Udin yang diketahui warga sebagai pengusaha gabah kering yang punya produk Beras premium sendiri ini juga mengaku mendapat bantuan alat pertanian dari anggota DPR RI Usman Husin.
        Pantauan timurtoday.id, sejumlah alat pertanian berupa traktor tiga unit terparkir di halaman rumahnya. Ada juga beberapa unit Combine rusak yang terparkir disitu.
       Ia mengaku alat-alat pertanian itu bukan semuanya bantuan pemerintah namun ada juga yang milik pribadi. (Jmb)