25.5 C
Kupang
Selasa, Mei 19, 2026
Space IklanPasang Iklan

Panen Padi 200-an Hektare di Persawahan Dalam Kom – Babau Tertunda Karena Combine Harvester

Kupang, timurtoday.id – Panen padi 200-an hektare di area persawahan ‘Dalam Kom’ kelurahan Babau kecamatan Kupang timur kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tertunda.

Jibrael Feuw dan Ten Loak didampingi sejumlah petani lainnya kepada timurtoday.id Selasa (19/5) di area persawahan tersebut menyampaikan padi di area persawahan tersebut mestinya sudah dipanen sejak pekan lalu namun karena petani pemilik sawah belum mendapatkan Combine Harvester, mesin panen, sehingga panen belum bisa dilakukan.

Panen sebenarnya bisa dilakukan secara manual namun usia padi mengharuskan mereka untuk menggunakan combine untuk mempercepat proses panen.

Kata Jibrael petani sudah berupaya mencari combine untuk disewa sejak pekan lalu namun belum didapat. “Tahun lalu sekitar enam combine masuk disini (persawahan Dalam Kom) namun tahun ini tak ada satupun yang kami dapat,”katanya.

Ia mengatakan sebenarnya ada satu unit Combine bantuan yang diserahkan Usman Husen, anggota DPR RI kepada kelompok tani (Poktan) Karya Sejahtera yang bisa dimanfaatkan petani setempat yang tergabung dalam Poktan pendukung Poktan Karya Sukses, namun combine tersebut juga tak bisa didapat petani untuk memanen sawah mereka.

“Lewat ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Luis Maakh kami sudah berulangkali minta ke paman Udin (ketua Poktan Karya Sukses) tapi bilang masih kerja ditempat lain,”kata Jibrael.

Setahu mereka kata Jibrael, lahan sawah Poktan pendukung harus diutamakan dalam pemanfaatan combine tersebut. “Yang kami tahu lahan anggota Poktan yang diutamakan tapi disini tidak seperti itu, tahun ini kami susah dapat combine beda dengan tahun lalu,”keluhnya.

Pihaknya meminta pemerintah untuk mengawasi pemanfaatan alsintan yang diberikan kepada Poktan karena pengalaman yang dialami pengelolaan alsintan bantuan oleh Poktan penerima sudah keluar dari arahan pemerintah. “Yang kami tahu lahan anggota didahulukan tapi kami disini tidak seperti itu, entah Alsintan yang kami dapat dipakai dimana,”kata Jibrael. (Jmb)

Baca juga  Camat Takari Panggil Kades Benu dan Lima Warga Terkait Polemik Bekas Lahan PT. Sagaret 

 

 

 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini