Kupang, timurtoday.id – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) kepala daerah kabupapaten Kupang melakukan uji petik terhadap hasil program kerja Pemerintah daerah (Pemda) tahun 2025 yang telah disampaikan ke DPRD dalam sidang paripurna pekan lalu.
Jumat (10/4) siang, Habel Mbate (ketua Pansus) bersama sejumlah anggota Pansus yakni Dessy Ballo-Foeh, Ari Buraen, Agus Mauboy, Felix Amaral, Arnolus Mooy, Hengky Loden didampingi Sekwan Novi Foenay dan sejumlah bawahan dan kadis Pendidikan Marten Rahkabauw melakukan pengecekan fisik terhadap realisasi program pembangunan sejumlah Sekolah, Puskesmas dan jalan di kecamatan Amabi Oefeto Timur (AOT) dan kecamatan Sulamu.
Di puskesmas Oenuntono kecamatan AOT Pansus menemukan sebagian besar ruangan di Puskesmas tersebut tidak berplafon. Di sejumlah ruang tersebut hanya terpasang kerangka plafon.
Di SD Negeri Sakulete Sufa di desa Nunmafo kecamatan AOT Pansus menemukan lantai teras tiga ruangan yang baru selesai dibangun berlubang disejumlah titik dan retakan kecil tembok bangunan dibeberapa sisi. Pansus juga mendatangangi SMP Negeri I Oemofa untuk mengecek kondisi fisik bangunan sekolah tersebut.
Dari Oemofa Pansus menuju kecamatan Sulamu untuk melihat langsung kondisi jalan Hotmix dari Desa Pitai hingga Pantulan yang dibangun Pemkab Kupang tahun 2025 lalu.
Di ruas jalan tersebut Pansus menemukan kerusakan badan jalan di sejumlah titik. Kerusakan terparah terlihat pada tembok penahan tebing di ruas jalan menuju desa Pantulan yang roboh.
Habel Mbate kepada wartawan usai peninjauan di Sulamu mengatakan Pansus akan menyampaikan pernyataan resmi kepada publik lewat media terkait hasil temuan lapangan tersebut pekan depan. (Jmb)
