28.3 C
Kupang
Selasa, Februari 24, 2026
Space IklanPasang Iklan

Pembangunan 70 SPPG Terpencil di Kabupaten Kupang Tersendat

Kupang, timurtoday.id – Pembangunan fisik 70 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersendat.

Kepala Badan Perencanaan Pembagunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) kabupaten Kupang, Paulus Liu, Senin (23/2) mengatakan cuaca extrim berupa hujan banjir yang melanda wilayah itu dalam beberapa bulan terakhir menjadi hambatan tersendiri terhadap kelancaran proses pembangunan fisik puluhan dapur MBG Terpencil yang tersebar di 20-an kecamatan itu. “Cuaca ekstrim, hujan banjir menyebabkan distribusi material bangunan menjadi terlambat,”kata Paulus Liu kepada timurtoday.id di kantor bupati Kupang.

Ia mengatakan idealnya pelaksanaan fisik bangunan berlangsung dalam tiga bulan sejak

Terbitnya Surat Keputusan (SK) Badan Gizi Nasional (BGN) tentang penetapan SPPG Terpencil kabupaten Kupang pada Oktober dan November 2025 lalu. Ada dua SK penetapan SPPG Terpencil yakni pada Oktober 2025 sebanyak 60 titik SPPG dan November 2025 sebanyak 10 titik.

“Waktu pelaksanaannya tiga bulan terhitung sejak SK diterbitkan, tapi karena kondisi cuaca maka proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini,”katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN untuk penyelesaian fisik bangunan puluhan SPPG terpencil tersebut yang belum rampung.

Dijelaskan dari 70 titik SPPG Terpencil itu hingga kini baru sekitar 20 SPPG yang hampir selesai fondasi bangunannya, sementara yang lainnya dalam proses pekerjaaan.

Pembangunan fisik bangunan SPPG kata Paulus Liu menggunakan metode modular yang artinya pembangunan fondasi dilakukan baru kemudian dipasang struktur kerangka bangunan.

Pembangunan fisik 70 SPPG itu dilaksanakan PT.Krakatau Steel namun untuk pekerjaaan fondasi bangunan dilakukan sejumlah kontraktor lokal. (Jmb)

Baca juga  Amfoang Menanti Penyelesaian Batas NKRI - RDTL di Naktuka, Oepoli

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini