24.1 C
Kupang
Sabtu, Agustus 30, 2025
Space IklanPasang Iklan

Petani Sawah di Oesao Berebut Air Ditengah Upaya Pemkab Perkuat Ketahanan Pangan

Kupang, TiTo – Ditengah upaya pemerintah kabupaten (pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mewujudkan program nasional tentang penguatan pangan petani, muncul persoalan ditengah petani soal ketersediaan air di lahan persawahan mereka dalam Musim Tanam (MT) II saat ini.

Di area persawahan antara wilayah kelurahan Oesao dan desa Pukdale kecamatan Kupang timur sejumlah petani berebut air yang dialirkan ke sawah mereka. Ketegangan sempat terjadi antar petani Kamis (28/8). Beruntung ketegangan tidak sampai pada bentrokan fisik.

Hengky Hegeratu salah seorang petani di area tersebut, Jumat (29/8) siang menginformasikan ketegangan dipicu pembagian jatah aliran air dari bendungan Felakdale ke area persawahan tersebut.

Dijelaskan Hengky di area persawahan yang luasannya mencapai sekitar 40-an hektare tersebut kini setengah bagiannya mengalami kekeringan akibat kurangnya pasokan air dari bendungan melalui irigasi sederhana yang ada. Padi berumur kira-kira sebulan kini terancam gagal panen di area sawah sekitar 20-an hektare.

Dari persoalan itu kemudian para petani yang memiliki sawah di area tersebut untuk membagi jatah pengaliran air karena ketersediaan air dari bendungan Felakdale ke area itu mulai berkurang.

Pada Kamis itu dikatakan Hengky merupakan giliran mereka mendapat suplai air dari irigasi yang ada ke lahan mereka yang berada dibagian bawah. Namun saat mereka menangi aliran air, aliran air tiba-tiba terhenti. Mereka kemudian mengecek ke bagian atas irigasi. Ternyata aliran air ke area mereka dialihkan ke area lain. “Kita ribut karena itu. Tapi untung tidak sampai masalah besar. Dinas sempat turun juga dan janjikan mesin pompa air, tapi belum tahu kapan realisasinya,”urai Hengky.

Ia menjelaskan memang di area itu ada sumur bor lengkap dengan rumah pelindung namun air dari sumur bor itu kini tidak keluar. “Kalau pakai mesin pompa air pasti bisa (air keluar). Sekarang ini kami hanya harap aliran air lewat saluran irigasi darurat yang kita buat dari bendungan sana. Kalau musim begini air kurang,”katanya.

Baca juga  Pembunuh Aprion Boru Yang Jasadnya Ditemukan di Hutan Alak, Ada Dua Orang

 

Bantuan pompa

Hengky berharap mereka bisa mendapatkan bantuan mesin pompa air sehingga sumur bor yang ada di area persawahan tersebut bisa digunakan untuk mengatasi persoalan kekurangan air.

Disampaikan padi berusia satu bulan tersebut masih terselamatkan jika secepatnya air tersuplai secara normal.

Kepala dinas (kadis) Pertanian Amin Juariah sebelumnya menyampaikan upaya antisipasi gagal panen akibat berkurangnya debit air tengah gencar dilakukan.

Sejumlah pompa air Brigade telah disalurkan untuk kelompok tani (Poktan) di sejumlah wilayah kecamatan untuk digunakan dalam mengolah lahan pertanian.

Di wilayah kecamatan Kupang timur kata kadis Amin Juariah ada 780 hektare lahan sawah yang ditanami di MT II ini. Dari luasan itu terdata ada sekitar 96 hektare yang mengalami kekeringan dan untuk saat ini penanganan dampak kekeringan tersebut sudah teratasi sekitar 31 hektare menggunakan pompa brigade yang merupakan bantuan dari dinas pertanian provinsi NTT.

Gerak Cepat

Bupati Kupang Yosep Lede telah mendapat laporan soal ancaman kekeringan lahan persawahan disejunlah titik.

Lewat layanan WhatsApp ia menyampaikan telah menginstruksikan ke dinas terkait untuk bergerak cepat dalam mengatasi ancaman kekeringan tersebut.

“Pokoknya kita gerak cepat, sudah koordinasi dengan dinas untuk secepatnya permasalahan (kekeringan) diatas,”ungkapnya. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini