Kupang, timurtoday.id –Kelompok tani (Poktan) Dahulu Rasa menggelar Panen Raya padi jenis Inpari 42 di lahan seluas 80 hektare (ha) di desa Mata air kecamatan Kupang tengah kabupaten Kupang, Selasa (28/4).
Pejabat dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre NTT ikut menghadiri panen tersebut bersama pejabat dari Balai Pertanian Peternakan, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) kabupaten Kupang Carles Banamtuan, Kepala dinas (Kadis) Pertanian Amin Juariah, Camat Kupang tengah, kepala desa Mata air, penyuluh pertanian dan puluhan anggota Poktan Dahulu Rasa.
Neni, Manajer pengadaan Bulog NTT mengatakan saat ini gencar turun kebawah untuk melihat dari dekat potensi padi di petani sekaligus mensosialisasikan kebijakan Bulog untuk menyerap produksi padi dengan membeli langsung dari petani dengan harga Rp 6.500/kilogram.

“Ada aturan pemerintah bahwa kami harus siap membeli gabah kering petani dengan harga Rp 6.500 untuk menjaga ketahanan pangan,”kata Nini yang diwawancarai timurtoday.id disela-sela kegiatan tersebut.
Tahun ini Bulog NTT menargetkan dapat menyerap padi dari petani sebanyak 7.800 ton. “Target kami untuk tahun ini bisa menyerap 7.800 ton,”katanya.
Ketua Poktan Dahulu Rasa, Wellem Nifu mengatakan mereka memilih menggunakan benih padi Inpari 42 untuk lahan tersebut karena tingkat produksi yang tinggi dan rasanya yang enak dikonsumsi.

Benih Inpari 42 sudah digunakan di dua musim tanam. “Ini panen kedua, kami pakai Inpari 42 karena rasanya enak dan produksinya tinggi. 50 are bisa dapat 80 karung, satu karung isi empat balek, perbalek 12 kilogram,”katanya.
Ia meminta kepada pemerintah untuk membangun saluran air primer di area tersebut sehingga air bisa lancar. “Jika irigasinya baik, satu tahun kami bisa tiga kali tanam,saat ini hanya dua kali setahun,”katanya.
Ia menyampaikan terimakasih kepada pemkab Kupang yang sudah membantu Poktan tersebut dengan sejumlah alat pertanian untuk menunjang pengolahan sawah di wilayah itu. (Jmb)
