Kupang, timurtoday.id – Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat quota pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebanyak 70 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Proses pembangunan puluhan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) daerah terpencil tersebut mulai dilakukan setelah BGN menerbitkan Surat Keputusan (SK) jumlah SPPG Terpencil kabupaten Kupang pada bulan Oktober dan November tahun 2025 lalu. Ada dua SK penetapan SPPG Terpencil yakni pada Oktober 2025 sebanyak 60 titik SPPG dan November 2025 sebanyak 10 titik.
Proses pembangunan sempat tersendat karena cuaca pada musim penghujan Desember hingga sekitar Februari 2026 yang berdampak pada penyelesaian pembangunan fisik yang tidak sesuai target, yakni tiga bulan setelah terbitnya SK.
Ketua satuan tugas (Satgas) MBG kabupaten Kupang Mateldius Sanam dan Kepala Badan Perencanaan Pembagunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) kabupaten Kupang, Paulus Liu, Kamis (7/5) kepada timurtoday.id menyampaikan progres pembangunan fisik dapur MBG daerah terpencil terus berjalan setelah persoalan keterlambatan pembangunan tersebut dikoordinasikan dengan pihak BGN.
“Modular bangunan (Dapur) rangka, dinding dan atap sudah dikirim ke lokasi (pembangunan dapur),”ungkap Mateldius Sanam yang meminta timurtoday.id menghubungi Paulus Liu, kepala BP4D kabupaten Kupang.
Paulus Liu yang dihubungi menyampaikan ada empat titik pembangunan SPPG daerah terpencil yang modularnya dalam pengiriman dari Kupang ke lokasi di desa yakni untuk lokasi di Bone kecamatan Nekamese, desa Pantulan kecamatan Sulamu, desa Kiuoni kecamatan Fatuleu dan desa Oelnaineno kecamatan Takari. “saat ini ada 4 unit modular yang baru tiba dan siap untuk dibangun. lokasinya di Bone, Pantulan, Kiuoni dan Oelnaineno,”ungkap Paulus Liu.
Sebelumnya di kantor bupati Kupang, Februari 2026 lalu, Paulus Liu mengatakan Pembangunan fisik bangunan SPPG terpencil tersebut menggunakan metode modular yang artinya pembangunan fondasi dilakukan baru kemudian dipasang struktur kerangka bangunan.
Pembangunan fisik 70 SPPG itu dilaksanakan PT.Krakatau Steel namun untuk pekerjaaan fondasi bangunan dilakukan sejumlah kontraktor lokal. (Jmb)
