Kupang, timurtoday.id – Lahan tidur seluas 30-an hektare di belakang PLN desa Manusak kecamatan Kupang timur kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini telah berubah menjadi area persawahan.
Lahan tersebut dibuat menjadi sawah oleh dinas pertanian provinsi NTT tahun 2025 lalu lewat program Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Panen pertama telah dilakukan Dance Senge, ketua Poktan Teratai di lahannya seluasa tiga hektare pekan lalu.
Dance Senge kepada timurtoday.id, Minggu (17/5) di Manusak menyampaikan terimakasih kepada pemerintah atas bantuan tersebut. “Saya mewakili petani di lahan CSR di Belakang PLN menyampaikan terimakasih atas bantuan ini, lahan tidur yang sebelum tidak dikelola kini jadi bermanfaat. Meski baru sekitar 80 persen dari total luasan yang ada tapi ini cukup membantu kami,”katanya.
Dia berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan pertanian padi sawah di lokasi tersebut tidak terhenti pada pekerjaan yang ada namun bisa dilanjutkan terutama pada perbaikan saluran – saluran tersier yang saat ini masih berupa saluran tanah.
Pada program tahun 2025 lalu kata Dance pembangunan saluran tersier permanen dalam area lahan tersebut baru terlaksana sekitar 600 meter sehingga diharapkan sisa saluran tersier sekitar 500-an meter yang masih berupa saluran tanah bisa dipermanenkan.
“Kami harap pemerintah tidak lepas tangan harap kedepan saluran tersier yang masih saluran tanah itu kalau bisa di permanen ada kurang lebih 500 meter khusus belakang PLN,”katanya.
Pihak dinas pertanian provinsi NTT melalui Kepala bidang (Kabid) Tommy Johanis yang dihubungi terkait harapan petani CSR Belakang PLN menyampaikan kesiapan untuk mewujudkan harapan petani.
Namun kata Tommy Johanis, harapan tersebut tidak bisa dipenuhi dalam tahun 2026 ini karena lahan CSR yang baru harus terlebih dahulu dimasukan ke dalam Data Lahan Baku Sawah (LBS). Sehingga harapan tersebut baru bisa terakomodir pada tahun berikutnya.
“Untuk sementara tahun ini belum bisa di intervensi kegiatan oplah,( jaringan irigasi) di karenakan aturanya setelah lahan yang baru di cetak dimasukan dalam data LBS (lahan baku sawah) , tahun depan baru bisa di intervensi kegiatan saluran irigasi tersier,”ungkap Tommy melalui layanan WhatsApp.
Disampaikan pihaknya membutuhkan proposal dari Poktan setempat yang diajukan melalui dinas pertanian kabupaten Kupang ke kementerian pertanian sebagai syarat intervensi program irigasi lahan.
“Perlu proposal ke dinas pertanian kabupaten kupang yang akan di ajukan ke kementrian pertanian,”jelasnya.
Ia menyampaikan dari 399 hektare lahan CSR yang diadakan tahun 2025 lalu di kabupaten Kupang belum seluruh area masing-masing lahan dibangun saluran tersier permanen.
“Di lahan oekayo Manusak saluran tersier (yang belum permanen) 1.3 kilometer, di lokasi belakang PLN sekitar 700 meter dan di Oelpuah itu lebih kurang 200 meter yang permanen,”jelasnya. (Jmb)
