26.9 C
Kupang
Jumat, Mei 15, 2026
Space IklanPasang Iklan

Melihat Kampung Nelayan Merah Putih di Sulamu, Ada Pengeluhan Petani Rumput Laut

Kupang, timurtoday.id – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di RT 6/RW 2 kelurahan Sulamu kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini siap difungsikan.

Pantauan tinurtoday.id Jumat (15/5) siang, deretan bangunan dilengkapi fasilitas penunjang berdiri megah dalam suatu komplek tepat di pelabuhan Sulamu.

Dari pintu masuk sisi kiri komplek ada bangunan rumah genset kemudian Shelter Pendaratan Ikan, Shelter Coldbox, Pabrik Es Portable, Gudang Beku Portable, Kantor Pengelola, Kios Pemasaran ikan, Bengkel Nelayan, Docking kapal, Tempat pembuangan sampah, Musola, Toilet umum dan sejumlah bangunan lainnya.

“Belum tahu kapan diresmikan, pekerjaan selesai akhir tahun 2025 lalu, anggaranya Rp 11 miliar,”ungkap ketua KNMP Sulamu, Yusinta de Rosari di Sulamu.

Tak lama lagi KNMP Sulamu akan difungsikan namun dibalik kemegahannya itu terselip kekecewaan sejumlah warga Sulamu yang berprofesi sebagai petani rumput laut.

Mereka kecewa karena melihat bangunan-bangunan penunjang yang ada dalam komplek KNMP tak ada satupun yang diperuntukan bagi pengelolaan rumput laut.

Padahal kondisi saat itu jumlah petani rumput laut di kelurahan Sulamu lebih banyak dari jumlah nelayan tangkap ikan. “Dulunya memang paling banyak nelayan tapi sekarang ini petani rumput laut lebih banyak karena banyak nelayan yang sudah beralih jadi petani rumput laut karena dari sisi pendapatan lebih menjanjikan,”kata Venny Kian didampingi Robby Sanu dan sejumlah petani rumput laut.

Menurut mereka mestinya pemerintah melihat kondisi riil masyarakat dalam mendesain KNMP tersebut. “Setelah bangunan jadi kami lihat tak ada satupun bangunan yang fungsinya untuk pengelolaan rumput laut, minimal ada gudang penampungan rumput lau tapi disitu (KNMP) tidak ada,”keluh warga.

Disampaikan hal itu sempat dipertanyakan ke pengurus KNMP namun disampaikan desain KNMP ditentukan pemerintah pusat.

Baca juga  Belum Semua OPD di Pemkot Kupang Tindaklanjuti Rekomendasi Temuan BPK RI 

“Kami berharap ada fasilitas untuk pengelolaan rumput laut, gudang atau fasilitas pengeringan karena hasil rumput laut disini lebih banyak dari ikan, ikan lebih banyak dibawa ke Kupang setelah ditangkap,”ungkap mereka.

Yusinta de Rosari yang ditemui mengatakan perencanaan KNMP tersebut didesain pemerintah pusat. “Kami hanya lihat gambarnya, semua dari pusat,”katanya.

Yusinta de Rosari

Ia mengakui kalau mestinya ada juga fasilitas untuk pengelolaan rumput laut karena dari 800 nelayan yang terdata, sekitar 500-nya nelayan yang kini berprofesi sebagai petani rumput laut. “Nelayan tangkap ikan hanya sekitar 300 orang, sisanya nelayan yang kini budidaya rumput laut,”katanya.

Ia mengatakan uji coba fasilitas baru dilakukan untuk pabrik es portable dan hasilnya cukup memuaskan karena nelayan lebih mudah mendapatkan produk es.

Namun dari uji coba tersebut kendala yang dialami adalah ketersediaan air untuk produksi es. “Kami sudah usulkan ke pemerintah untuk asakan sumur bor,”kata Yusinta yang juga merangkap ketua Koperasi Merah Putih kelurahan Sulamu. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini