Kupang, timurtoday.id – Kebijakan pengalihan titik pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Naikliu kecamatan Amfoang Utara ke Oelomin kecamatan Nekamese oleh PT. Pertamina dipertanyakan publik.
Adalah Solidaritas Pemuda Amfoang (SUFa) salah satu Organisasi Kepemudaan di kabupaten Kupang yang mempertanyakan apa dan kepentingan siapa dibalik pengalihan titik SPBU tersebut.
Ketua SUFa, Simon Seffi menduga ada kepentingan tertentu dibalik pengalihan titik pembangunan SPBU tersebut.
Jika melihat dari sisi kebutuhan masyarakat ungkap Simon Seffi, Pertamina tidak mesti mengalihkan titik SPBU di Naikliu ke Oelomin karena masyarakat Amfoang terutama di pesisir lebih membutuhkan layanan SPBU dibanding Oelomin yang dari sisi jarak dan akses transportasi lebih mudah dan dekat dengan Kota Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
“Harusnya pertamina dengan SOP yang jelas dan objektiv tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun utk alihkan SPBU. Pertamina harus jd lembaga yang independen, yang dengan instrumen yang jelas seharusnya bisa secara objektiv memahami bagaimana kebutuhan BBM di Amfoang dalam kondisi mobilitas dan aksesibilitas yang terbatas selama ini. Jangan karena diduga ada kepentingan tertentu lalu dengan mudahnya alihkan ke tempat lain yang sebenarnya tidak terlalu mendesak jika dibandingkan dengan keadaan Amfoang hari ini,” beber Simon Seffi dalam WhatsApp-nya yang diterima timurtoday.id, Rabu (13/5) siang.
Informasi yang dihimpun timurtoday.id, pada sekitar tahun 2023 atau 2024 dimasa kepemimpinan Alexon Lumba sebagai penjabat bupati Kupang, Pemerintah pusat melalui PT. Pertamina telah menetapkan dua titik pembangunan SPBU di wilayah Amfoang. Satu titik di Lelogama, Amfoang Selatan dan satu titik lainnya di Naikliu kecamatan Amfoang Utara.
Namun dalam pelaksanaan pembangunan SPBU hanya terlaksana di titik Lelogama sementara untuk titik Naikliu diduga dialihkan ke Oelomin kecamatan Nakamese.
Kabarnya pengalihan titik SPBU Naikliu ke Oelomin-Nekamese itu karena persoalan infrastruktur jalan ke Amfoang dan pihak pengusaha mitra tak mampu untuk mengelola SPBU tersebut karena pertimbangan kondisi akses transportasi ke Amfoang.
Pada Rabu (13/5) siang timurtoday.id bersama Bernad Taneo dan Yosep Fobia mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga NTT di Kota Kupang untuk mengkonfirmasi hal tersebut dan juga soal kelangkaan BBM di wilayah pesisir Amfoang.
Namun usai pertemuan dengan camat Amfoang Utara Hendra Mooy, terkait kelangkaan BBM di Amfoang Utara, pihak Pertamina belum bersedia bertemu SUFa dan timurtoday.id. “nanti di lain waktu saja ya, saya ada rapat,”ujar pejabat Pertamina usai berdialog dengan camat Hendra Mooy. (Jmb)
