27 C
Kupang
Selasa, Mei 12, 2026
Space IklanPasang Iklan

Kala MBG Jangkau Sekolah Nono, Siswa Juara Dunia Hitung Cepat Asal Amarasi, Ada Harapan Untuk Presiden

Kupang, timurtoday.id – Layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjangkau Buraen, salah satu daerah di wilayah pesisir Amarasi bagian selatan kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan laut selatan.
              Layanan MBG di Buraen dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sonraen yang bernaung dibawah yayasan Peduli Nusantara Kupang.
                Kepala SPPG Sonraen, Maya Tampani, Selasa (12/5) mengatakan ada 23 sekolah dari PAUD hingga SMA dan 17 Posyandu yang dilayani dengan total penerima manfaat sebanyak 2.460 orang siswa, Balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Sekolah dan Posyandu tersebut berada di kelurahan Buraen, kelurahan Sonraen dan desa Nekmese
              Sekolah Dasar Katolik (SDK) St.Fransiskus Xaverius Buraen adalah salah satu dari 23 sekolah yang dilayani MBG oleh SPPG Sonraen.

            Dalam 186 siswa SDK St.Fransiskus Xaverius Buraen ada Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, yang akrab disapa Nono,  bocah jenius yang meraih juara 1 dunia dalam International Abacus World Competition 2022 dengan mengalahkan 7.000 peserta lain dari berbagai negara pada usia 7 tahun dengan kemampuan hitung cepat (abakus/sempoa) yang luar biasa.
             Diwawancarai timurtoday.id di sekolahnya, Nono tampak ceria dan bersemangat.
Nono di halaman sekolahnya
               Ia mengatakan sudah sekitar satu bulan dia dan ratusan siswa di sekolah itu mendapat layanan MBG.
                Ia merasa senang karena ada yang dirasa beda antara sebelum mendapat MBG dan sesudah mendapat MBG.
“Ini membantu kami yang pagi-pagi sering lupa sarapan dan tidak fokus belajar karena lapar, kini tidak lagi karena ada MBG di sekolah. kami bisa fokus belajar dan tidak lapar lagi di sekolah,”ungkap Nono didampingi sejumlah temannya.
Nono menikmati MBG di ruang kelasnya
           Ia menyampaikan terimakasih kepada presiden Prabowo Subianto dan pengelola program karena MBG bisa menjangkau sekolahnya.
          Ia berharap program tersebut tetap berjalan karena sangat membantu mereka di pelosok khususnya di SDK St.Fransiskus Xaverius Buraen dalam menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Tingkat Kehadiran Siswa
 
Sofia Walde
              Kepala sekolah SDK St.Fransiskus Xaverius Buraen, Sofia Walde mengatakan sejak sekolah itu terlayani MBG 7 April 2026 tingkat kehadiran siswa di kelas meningkat. “Sebelum mulai diantar tanggal 7 April itu, kami sampaikan ke siswa kalau setelah masuk libur paskah akan dilayani MBG. Sejak itu saya pantau kehadiran siswa-siswi di kelas jadi meningkat, yang ijin tidak masuk jadi berkurang,”katanya.
              Lewat guru kelas ia juga mendapat laporan soal semangat belajar siswa di kelas menjadi lebih baik. Sekolah itu dilayani 199 paket MBG untuk 186 siswa dan 13 orang guru.
             Sejauh ini pihaknya belum mendapat keluhan dari siswa soal layanan ataupun menu MBG yang disuplai SPPG Sonraen. “Belum ada keluhan soal layanan, menunya juga enak dan bervariasi,”kata kepsek Walde.
Sayur dan Buah Lokal
Maya Tampani
              Maya Tampani mengatakan untuk menu sayuran kebanyakan bahan bakunya dibeli dari petani dan pasar lokal di wilayah Amarasi selatan dan untuk daging dan telur masih dipasok dari luar karena tidak tersedia di wilayah itu. Ada sejumlah jenis buah seperti pisang dan pepaya yang juga diambil dari petani dan pedagang di pasar setempat.
Dua Desa Belum Dijangkau
Arto Erlando
              Koordinator kecamatan (Korcam) BGN wilayah Amarasi selatan Arto Erlando.S mengatakan wilayah Amarasi selatan terdapat 42 sekolah dan belasan posyandu.
             Yang terlayani MBG baru 23 sekolah dan 17 Posyandu. Ada sejumlah sekolah dan posyandu di dua desa di kecamatan Amarasi Selatan yang belum terlayani MBG yakni desa Retraen dan Sahraen.
“Idealnya dua SPPG disini (Amarasi selatan), sekarang baru satu SPPG dan yang satunya masih dalam proses pembangunan,”katanya.
            Pihaknya belum mendapatkan persoalan serius soal pelayanan MBG di wilayah itu. “Sejauh ini masalahnya soal keterlambatan pengantaran saja, tapi itu diawal-awal beroperasi, sekarang tidak ada,”katanya.
           Pelayanan MBG oleh dapur MBG Sonraen dimulai 16 Maret 2026 lalu. (Jmb)
Baca juga  Tak Tanggung-tanggung, Kadis PK TTS Nonaktifkan Belasan Kepsek

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini