25.3 C
Kupang
Sabtu, April 11, 2026
Space IklanPasang Iklan

GAMKI Kabupaten Kupang Bahas Konsep Pengembangan Pertanian Modern, Sokong MBG

Kupang, timurtoday.id – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membahas konsep pengembangan pertanian di wilayah itu.

Sabtu (11/4) siang ketua GAMKI kabupaten Kupang, Dessy Ballo-Foeh bersama wakil ketua Ari Buraen dan ketua harian, Paulus Taenglote beserta pengurus lainnya bertemu dengan Jote Asamau, pengelola kebun pertanian NTT Manis di desa Baumata kecamatan Taebenu untuk berbagi ceritera dan pengalaman mengolah lahan dalam rangka memantapkan konsep pengembangan pertanian melalui pemberdayaan orang-orang muda yang diinisiasi GAMKI kabupaten Kupang.

Jope Asamau mengatakan siap berkolaborasi dengan GAMKI kabupaten Kupang untuk memberdayakan orang muda untuk pengembangan pertanian di kabupaten Kupang.

Dalam diskusi sekitar satu jam itu disinggung juga bahwa kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai potensi pasar besar bagi kebun-kebun pertanian yang akan diadakan GAMKI kabupaten Kupang dibidang ekonomi Pertanian untuk menggerakan ekonomi daerah.

Kebun GAMKI dikonsepkan sebagai salah satu penyokong sayur dan buah ke dapur MBG.

Dessy Ballo-Foeh mengatakan sumber daya berupa lahan, alat pertanian dan tenaga sudah dimiliki GAMKI kabupaten Kupang, yang diperlukan saat Ini adalah menumbuhkan semangat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang ada.

Ari Buraen berujar niat dan semangat orang muda untuk bertani perlu ditumbuhkan karena kondisi saat bertani kurang diminati orang muda ditengah potensi pertanian yang menjanjikan kesejahteraan. “Harus bisa mengubah Mindsetnya orang muda untuk bertani, perlu diinventarisir dulu orang muda yang mau bertani,”katanya.

Edo Kaesmetan menyampaikan konsep pertanian yang akan dilakukan adalah pertanian modern yang sedikit berbeda dari pola yang selama ini digeluti petani. “Selama ini pertanian manual dengan skala kecil. Konsep kita adalah pertanian modern,”katanya.

Baca juga  Hal Positif Dari Program MBG Yang Dirasa SMK Tunas Isai Babau - Kupang Timur

Jote Asamau mengungkapan soal pentingnya penyiapan dana, tenaga kerja bergaji dan pendampingan rutin, mengingat pola pertanian yang sudah digeluti di kebun NTT Manis sejak tahun 2020 lalu beberapa hal tersebut adalah hal utama. “dana harus ada, lahan contoh , rekrut tenaga kerja yang digaji 3 sampai 4 orang. Kami siap dampingi dari persiapan lahan sampai panen. Kalau sudah enam bulan tenaga kerja mau kembali maka mereka kembali. Jadi lahan itu juga sebagai lahan belajar bagi mereka sambil sekolah atau kuliah,”katanya.

Tanaman yang dipilih saran Jote, sebaiknya adalah tanaman yang memiliki harga jual tinggi dengan usai produksi yang tidak lama seperti Melon, Semangka, Buncis dan brokoli.(Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini