28.3 C
Kupang
Senin, Mei 25, 2026
Space IklanPasang Iklan

Keluhan Petani Dalam Kom – Babau Teratasi, Padi Dipanen Combine Poktan Sejahtera

Kupang, timurtoday.id – Keluhan keterlambatan panen padi dari sejumlah petani area persawahan ‘Dalam Kom’ kelurahan Babau kecamatan Kupang timur kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena ketiadaan Combine harvester akhirnya terjawab setelah Combine Poktan Sejahtera kelurahan Babau masuk untuk memanen sawah mereka.

Hengky dan dua petani lain di area persawahan tersebut, Senin (25/5) siang mengatakan selain combine dari Poktan Sejahtera ada satu Combine lagi yang telah masuk ke area persawahan tersebut pada Minggu (24/5) siang dan malam untuk memulai aktifitas panen padi di area persawahan tersebut.

“Petani yang minta ke Poktan, ada dua combine yang masuk kemarin siang dan tadi malam,”ujar Hengky.

Ketiganya mengungkapkan di area persawahan seluas kira-kira 200-an hektare itu masih tersisa sekitar lebih dari 10 hektare lahan yang belum dipanen.

Sawah yang belum dipanen itu diantaranya milik Moses Maiten, Nuel Mau, Melki Koa dan sejumlah petani lain dari kelurahan Babau dan Merdeka.

“Sekarang lagi beroperasi di lahan Darius Mayata, Poktan satu hati lahannya sekitar 6 hektare,”kata Hengky Senin siang.

Lahan 10 hektare tersebut diperkirakan tuntas dipanen dalam tiga hari kedepan.

Sebelumnya Jibrael Feuw dan Ten Loak didampingi sejumlah petani lainnya kepada timurtoday.id Selasa (19/5) di area persawahan tersebut menyampaikan padi di area persawahan tersebut mestinya sudah dipanen sejak pekan lalu namun karena petani pemilik sawah belum mendapatkan Combine Harvester, mesin panen, sehingga panen belum bisa dilakukan.

Panen sebenarnya bisa dilakukan secara manual namun usia padi mengharuskan mereka untuk menggunakan combine untuk mempercepat proses panen.

Kata Jibrael petani sudah berupaya mencari combine untuk disewa sejak pekan lalu namun belum didapat. “Tahun lalu sekitar enam combine masuk disini (persawahan Dalam Kom) namun tahun ini tak ada satupun yang kami dapat,”katanya.

Baca juga  Kepala Desa Kotabes - Amarasi Tak Mau Terima Hasil Pekerjaan Sumur Bor Rp 2,2 M

Ia mengatakan sebenarnya ada satu unit Combine bantuan yang diserahkan Usman Husen, anggota DPR RI kepada kelompok tani (Poktan) Karya Sejahtera untuk dimanfaatkan petani setempat yang tergabung dalam sejumlah Poktan pendukung Poktan Karya Sukses, namun combine tersebut juga tak bisa didapat petani untuk memanen sawah mereka.

“Lewat ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Luis Maakh kami sudah berulangkali minta ke paman Udin (ketua Poktan Karya Sukses) tapi bilang masih kerja ditempat lain,”kata Jibrael.

Setahu mereka kata Jibrael, lahan sawah Poktan pendukung harus diutamakan dalam pemanfaatan combine tersebut. “Yang kami tahu lahan anggota Poktan yang diutamakan tapi disini tidak seperti itu, tahun ini kami susah dapat combine beda dengan tahun lalu,”keluhnya.

Pihaknya meminta pemerintah untuk mengawasi pemanfaatan alsintan yang diberikan kepada Poktan karena pengalaman yang dialami pengelolaan alsintan bantuan oleh Poktan penerima sudah keluar dari arahan pemerintah. “Yang kami tahu lahan anggota didahulukan tapi kami disini tidak seperti itu, entah Alsintan yang kami dapat dipakai dimana,”kata Jibrael. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini