24.7 C
Kupang
Kamis, Juli 9, 2026
Space IklanPasang Iklan

Ratusan Hektare Sawah Baru Dan Asa Bupati Yosep Lede

Kupang, timurtoday.id – Luasan area sawah baru di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah tahun ini dengan dibukanya 77,41 Hektare (ha) lahan tidur di desa Oelatimo, Kupang timur menjadi sawah.

77,41 ha di Oelatimo itu adalah salah satu dari empat lokasi sawah baru yang dibuka tahun 2026 ini di kabupaten Kupang atas kerjasama Pemkab Kupang dengan Kementerian Pertanian.

Data dari dinas pertanian kabupaten Kupang yang diperoleh timurtoday.id, Kamis (9/7) total luasan sawah baru yang dikerjakan tahun ini seluas 324,59 ha.

Selain 77,41 ha di Oelatimo itu ada juga di desa Oenesu kecamatan Kupang barat seluas 28,04 ha, di desa Benu kecamatan Takari seluas 205,03 ha, dan desa Ekateta kecamatan Fatuleu seluas14,12 ha.

Program sawah baru itu telah dicanangkan bupati Kupang, Yosep Lede tanggal 7 Juli 2026 di Oelatimo.

Bupati Yosep Lede tampaknya punya harapan besar terhadap produktifitas pertanian dari ratusan sawah baru yang dibangun itu.

Dalam sejumlah kesempatan pasca status swasembada pangan (beras) ditorehkan tahun 2025 lalu, bupati Yosep Lede tak henti-hentinya menyampaikan ajakan maupun motivasi kepada petani agar terus dan fokus mengelola potensi lahan pertanian yang ada.

Dalam sambutannya di acara pencanangan Sawah baru di Oelatimo ia kembali memotivasi masyarakat untuk fokus mengelola lahan yang ada karena dampak ekonomi akan dirasakan masyarakat jika potensi lahan dikelola optimal dan dari situ pula ketahanan pangan masyarakat dapat terjaga.

”Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa ini, kini jadi manfaat. Saya harap Ini benar-benar dikelola dengan baik supaya ada manfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat,”katanya.

Swasembada pangan (beras) ditorehkan Yosep Lede dan Aurum Titu Eki sebagai bupati dan wakil bupati Kupang, tahun 2025.

Baca juga  Melihat Bank Sampah Nefonaek dan Oesapa Barat

“Kita (kabupaten Kupang) swasembada pangan,”ucap bupati Yosep Lede yang diwawancarai timurtoday.id usai mengikuti Meeting Zoom “syukuran swasembada pangan” di kantor dinas pertanian kabupaten Kupang, Rabu (7/1/2026).

Ia mengatakan swasembada pangan tersebut dicapai karena semangat dan kerja keras petani, jajaran dinas pertanian hingga dukungan kementerian pertanian dan pemerintah provinsi NTT kepada pemerintah kabupaten Kupang dalam upaya mewujudkan program swasembada pangan dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan perubahan pola tanam dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun ditunjang ketersediaan air, alat dan mesin pertanian, benih unggul, pupuk serta pendampingan intensif para penyuluh juga punya andil besar dalam capaian swasembada pangan tersebut.

Ia mengatakan pemkab Kupang akan tetap bekerja keras menjaga capaian tersebut dan kedepan ditargetkan kabupaten Kupang menjadi penyuplai pangan khusus beras dan jagung ke Kota Kupang.

“Kita ke depan ini tidak hanya berpikir tentang produksi saja, tetapi bagaiman kita menjadi penyuplai untuk Kota Kupang,” ungkapnya.

Kepala dinas pertanian kabupaten Kupang, Amin Juariah menjelaskan pada tahun 2024 produksi padi kabupaten Kupang mencapai 21.000 ton dan tahun 2025 produksi padi mencapai 87.572 ton. Itu dihasilkan dari luasan area lahan sawah yang ditanami seluas 21.000 hektare. “Terjadi peningkatan produksi padi secara signifikan sebesar 53 persen atau setara dengan produksi beras sebanyak 52.543 ton,”kata kadis Amin Juariah.

Dijelaskan jumlah produksi beras tersebut sudah melebihi tingkat kebutuhan masyarakat kabupaten Kupang sebanyak 380.212 jiwa yang mencapai 41.063 ton pertahun.(Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini