26.3 C
Kupang
Senin, April 27, 2026
Space IklanPasang Iklan

Jadi Pemasok Sayur, Buah, Bumbu Masak & Telur ke SPPG, Petani – Peternak di Kupang Timur Mulai Rasakan Dampak MBG

Kupang, timurtoday.id – Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosep Lede, dalam kunjungan kerjanya ke beberapa kecamatan akhir-akhir ini sering memotivasi warga untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada untuk pengembangan pertanian maupun peternakan, karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-siswi, ibu Hamil, menyusui dan balita yang digalakan presiden Prabowo Subianto akan berdampak positif pada geliat ekonomi di bidang pertanian, peternakan dan lainnya.

Dampak positif dari keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola MBG di kabupaten Kupang kini mulai dirasakan sejumlah petani, peternak dan pedagang sayur mayur d Kupang timur.

Ditemui terpisah, Senin (27/4) mereka mengaku kehadiran MBG telah memberikan efek ekonomi signifikan bagi usaha mereka karena Sayur, Buah, Bumbu Masak hingga Telur ayam yang dihasilkan dari usaha mereka kini punya pasar yang pasti dan perputaran uang dari usaha mereka jadi lebih cepat.

Ini sedikit berbeda dengan yang dialami sebelum ada MBG dimana hasil produksi lahan pertanian mereka sulit terjual habis karena hanya dijajakan di pasar dengan tingkat kebutuhan konsumen atau pembeli yang terbatas.

Karena itu mereka berharap program MBG tetap berjalan sehingga usaha mereka dapat berkembang lagi menjadi lebih baik.

Perluasan Lahan Tanam

Yusina Mesakh di kebunnya

Yusina Indriayani Mesakh, petani kelurahan Babau, kecamatan Kupang timur yang ditemui di kebunnya di wilayah Taklale mengatakan ia dan suaminya memiliki lahan kontrakan seluas 40-an are di Babau dan Taklale yang ditanami Kacang Panjang dan Mentimun.

Pada Februari 2026 kemarin ia mulai menjadikan pemasok Kacang panjang dan Mentimun ke dua dapur MBG ke kelurahan Babau.

Dalam seminggu ia dua kali memasok kacang Panjang dan Mentimun sebanyak 100 hingga 120 kilogram (kg).

“Sekali antar bisa sampe 120 kilogram itu untuk Ketimun, kacang panjang dari 80 sampai 130 kg,”ujar Yusina didampingi suaminya.

Baca juga  Penerapan Perdes Denda Ternak di Desa Boti - TTS Dirasa Pemerasan, Warga Lapor Polisi
Yusina Mesakh dan Suaminya

Ia mengatakan sebelum jadi pemasok sayuran dan buah ke dapur MBG, hasil kebun mereka hanya dijajakan di pasar Oesao. Namun kini hasil pertanian mereka tak hanya dijual dengan menunggu pembeli di pasar namun langsung dibeli oleh dapur MBG. “Dari sisi waktu hasil lebih cepat terjual dan uang juga langsung kita terima dalam waktu yang lebih singkat dan kita bisa kerja lain lagi di rumah,”beber Yusina.

Dari hasil panen yang tak pernah tersisa dalam beberapa bulan terakhir, kini Yusina dan suaminya memperluas lahan tanam mereka seluas dua puluh are. “Sejak ada dapur MBG kami senang karena pasar pasti, jadi lebih semangat bertani. Sekarang mau perluasan lahan tanam sekitar 20 are. Kalau tidak ada MBG kami loyo karena hanya harap pasar Oesao yang banyak penjualnya,”katanya.

1.000 Sisir ke Dapur MBG

Efendi Sinaga di lapaknya di pasar Oesao

Sementara Efendi Sinaga, pedagang Pisang di pasar Oesao mengatakan sejak pertengahan tahun 2025 lalu, ia menjadi langganan tetap sebagai penyuplai pisang Ambon ke dua dapur MBG di kelurahan Babau.

Dalam seminggu bisa lebih dari 1.000 sisir pisang Ambon yang dipasok ke dua dapur tersebut. ‘Sekali suplai bisa 450 sisir, dalam satu minggu dua kali antar jadi bisa mencapai 1.000 sisir pisang yang saya antar dan pangsung dibayar,”katanya.

Selain dua dapur MBG di Babau itu, ia juga menerima pesanan pisang yang sama dari sejumlah dapur MBG di Kota Kupang.

Ia mengatakan sejak ada dapur MBG, penjualan pisang Ambon di lapaknya jadi meningkat. Sampai-sampai stok pisang Ambon yang dibeli dari petani di Amarasi tak mampu menjawab pesanan pisang dari langganannya di pasar-pasar Kota Kupang.

Baca juga  Yayasan Habitat Bantu 100 Rumah Untuk Warga Kupang Timur, Bupati Letakan Batu Pertama 

“Sebelum ada MBG, saya suplai ke pasar pasar di Kota Kupang juga, tapi kini saya sudah jarang antar ke pasar di Kota Kupang karena stok disini habis diantar ke dapur MBG,”katanya.

Lapak Sayur dan Rempah 

Selfi Famggidae

Salah satu pedagang Sayuran, buah dan bumbu masak di pasar Oesao, Selfi Fanggidae kini berinofasi memperluas jaringan pasarannya sejak ada dapur MBG di wilayah kecamatan Kupang timur.

Kini di kelurahan Oesao, jalur menuju Tuatuka dan Fatukanutu, kecamatan Amabi Oefeto, Selfi mendirikan lapak sayuran, aneka bumbu dapur dan buah.

Hasil pertanian dan perkebunan dari petani mitra dari SoE kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Kupang ditampung di lapak itu kemudian disuplai ke empat dapur MBG di wilayah Kupang timur bahkan Kota Kupang.

Senin siang di lapak Selfi Fanggidae tampak ada buah Labu kuning, Labu jepang, mentimun, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, labu Siam, sayur putih, buncis dan sejumlah sayuran dan buah lainnya.

“Tak pernah tampung lama disini, setiap hari barang tiba langsung diambil karena sudah pesanan dari dapur MBG di Babau dan di Kota Kupang yang mereka ambil sendiri disini, itu tiap hari begitu,”katanya.

Saking banyaknya pesanan dari dapur MBG kata Selfi ada beberapa jenis sayur yang tak mampu dipenuhi oleh petani di kabupaten Kupang sehingga dipesan dari petani di kabupaten TTS. “Sayur kol, sawi hijau, pitsay hari ini dari SoE karena di Kupang timur sini tidak ada stok lagi,”katanya.

Selfi mengaku sangat merasakan dampak MBG dalam usahanya itu. “Sesudah ada MBG jualan saya selalu habis terjual diambil oleh dapur MBG. Ini berbeda dari sebelum yang susah terjual habis saat jual di pasar,”katanya.

Setiap harinya Selfi memasok masing-masing 120- 150 kilogram sayur (sesuai pesanan jenis sayur) ke empat dapur MBG di Babau dan Tesbatan, Amarasi. “setiap hari antar sayur ke dapur di Babau dan buah ke Amarasi,”katanya.

Baca juga  Kisruh Hutang Makan-Minum DPRD Kupang, Aci Sherly Tak Menyerah, Tantang Sekwan Novita Tunjukan Bukti

Ia mengharapkan MBG dapat berjalan terus karena petani mitranya juga terbantu dengan adanya dapur MBG. “Teman-teman petani sekarang tak mengeluh lagi karena sayuran habis terjual, MBG ini menguntungkan kami petani, saya berharap tak ditutup,”katanya.

Tak Lagi Berkeliling

Putera Giri

Putera Giri, Peternak ayam petelur di desa Tuapukan dan Manusak kecamatan Kupang timur juga merasa diuntungkan dengan adanya MBG.

Jika sebelumnya telur dari kandangnya di dua lokasi itu hanya didagangkan dari kios ke kios kini langsung diantar ke dapur MBG di Babau.

Di dua lokasi itu, Putera Giri memelihara 700 ekor ayam petelur, 200 ekor di Tuapukan dan 500 ekor di Manusak. ‘mulai tahun 2024 saya tekuni usaha ini, sebelum ada MBG kami cari pelanggan di pasar atau jual eceran. Mulai ada MBG kami tak repot lagi, telur tidak dibawa keliling lagi namun langsung antar ke tiga dapur di Babau,”katanya.

Sekali pengantaran Putera membawa 20 ikat rak telur. Dalan satu ikat ada enam rak yang diisi 30 butir telur. Pengantaran dilakukan seminggu sekali. “Jadi saya juga diuntungkan dari adanya MBG ini. UMKM seperti kami ini bisa hidup,”katanya.

Di kabupaten Kupang kini terdapat 24 SPPG Mandiri yang beroperasi. SPPG ini tersebar di beberapa kecamatan seperti Kupang tengah, Kupang timur, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Amarasi, Kupang barat dan Takari.

Khusus Kupang timur ada sekitar enam SPPG yang kini beroperasi dan menjadi ‘pasar’ bagi petani dan pelaku UMKM di kecamatan Kupang timur. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini