Kupang, timurtoday.id – Bengkel APPek, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memprogramkan Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Kolaborasi bagi masyarakat pesisir di wilayah barat Amarasi. Desa Erbaun dan Merbaun dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
Selasa (28/4) program tersebut disosialisasikan kepada sejumlah stake holder termasuk warga dari dua desa tersebut di kantor bupati Kupang di kelurahan Naibonat kecamatan Kupang timur.
Dalam Term Of Reference (TOR) yang diterima timurtoday.id, Bengkel APPeK menjelaskan sumber daya pesisir dan laut kabupaten Kupang yang mencapai luasan sekitar 7.178,28 Kilometer persegi adalah potensi tersendiri yang perlu dikelola secara berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat namun persoalan rendahnya pemahaman masyarakat, keterbatasan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta belum optimalnya integrasi antara konservasi dan pengembangan ekonomi masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir laut.
Wilayah pesisir Desa Erbaun dan Desa Merbaun disampaikan memiliki potensi sumber daya laut dan ekosistem mangrove yang sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan serta sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Namun, tekanan terhadap sumber daya pesisir seperti pemanfaatan yang belum berkelanjutan, degradasi mangrove, serta keterbatasan akses ekonomi ramah lingkungan masih menjadi tantangan.
Pendekatan pengelolaan konservasi biota laut dan mangrove yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan menjadi strategi penting untuk menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diperlukan pemahaman bersama antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman bersama, dukungan kebijakan, serta sinergi antar pihak dalam mengelola kawasan konservasi secara partisipatif dan berkelanjutan.
Diharapkan dari kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan dukungan para pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pengembangan ekonomi berbasis kolaborasi di desa Erbaun dan Merbaun.
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) yang menyajikan materi soal Kebijakan nasional pengelolaan kawasan konservasi perairan dan strategi penataan kawasan konservasi secara partisipatif, dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT yang menyajikan materi tentang Kebijakan pengelolaan kelautan dan perikanan tingkat provinsi dan strategi pengelolaan sumber daya pesisir berkelanjutan di NTT yang melibatkan masyarakat secara partisipatif.
BP4D Kabupaten Kupang yang membawakan materi tentang Kondisi dan potensi sumber daya pesisir Kabupaten Kupang serta dukungan pemerintah daerah terhadap pengelolaan konservasi desa, Konservasi Indonesia dengan materinya tentang Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Program Konservasi di desa Erbaun dan Merbaun serta materi dari Bengkel APPeK NTT tentang Gambaran umum program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan
Kawasan Konservasi dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Kolaborasi di desa Erbaun dan Merbaun.
VKegiatan tersebut dibuka sekda kabupaten Kupang Teldy Sanam. “Melalui kegiatan ini kita ingin membangun sinergi yang kuat antar semua stakeholder mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, masyarakat hingga NGO untuk mendukung implementasi program konservasi pesisir pantai secara efektif dan berkelanjutan,”kata Sekda Teldy Sanam. (Jmb)
