24.1 C
Kupang
Selasa, Juli 7, 2026
Space IklanPasang Iklan

KKP – PT. Garam Sepakati Kerjasama Pengelolaan K-SIGN di Rote Ndao

Jakarta, timurtoday.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT.Garam dalam pengelolaan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di kecamatan Rote timur Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kesepakatan bersama telah ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Koswara dan Direktur Utama PT Garam Abraham Mose di sela-sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (2/7) lalu.

Dalam kerjasama tersebut, kedua pihak akan bersinergi dalam pengoperasian, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengembangan kawasan K-SIGN, sehingga dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.

Rincian pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama.

“Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional yang mampu mendukung percepatan swasembada garam,” ujar Koswara, dikutip dari detik.com.

Koswara menjelaskan, kehadiran K-SIGN di Rote Ndao tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha dalam pengembangan kawasan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KKP kepada PT Garam sebagai mitra strategis dalam pengelolaan K-SIGN.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci untuk menghadirkan industri garam nasional yang semakin kompetitif dan berdaya saing.

“PT Garam berkomitmen mendukung pengelolaan K-SIGN melalui penerapan tata kelola yang profesional, penguatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya kerja sama ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat industri garam nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kick-off pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, kecamatan Rote Timur pada awal Juni 2026.

Baca juga  Progres Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kupang

Pembangunan sentra industri garam menggunakan pendekatan ekstensifikasi terpadu, yang mencakup pembangunan tambak garam modern, fasilitas gudang dan pengolahan, hingga penataan kelembagaan dan kerja sama produksi.

Total luasan sentra produksi garam nasional tersebut diproyeksikan mencapai lebih dari 10.000 hektare.

Pekerjaan tahap I diatas lahan seluas 616 hektare telah dinyatakan selesai 100% untuk tahap fondasi dan infrastruktur dasarnya.

Proyek strategis nasional ini ditargetkan tidak hanya mendorong swasembada garam nasional, tetapi juga digadang-gadang mampu menyerap hingga 26.000 tenaga kerja dan menumbuhkan ekonomi warga lokal. (Jmb/detik.com/kkp.go.id)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini