Kupang, timurtoday.id – Yos Nafi, Warga RT 25 Matani desa Penfui timur kecamatan Kupang tengah, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan memutus pipa jaringan air yang terpasang melintas di depan rumahnya.
Ancaman itu menyusul permohonan pemasangan meter air di rumahnya yang tak kunjung direspon PDAM Kupang.
Kepada wartawan di rumahnya pekan lalu, Yos Nafi mengatakan permohonan pemasangan meter air itu telah disampaikan secara lisan saat bertemu salah seorang petugas PDAM yang bertemu dengannya di desa itu beberapa bulan lalu.
“Kami hanya lihat pipa depan rumah tapi tidak nikmati air PDAM, kalau kami tak nikmati air PDAM maka sebaiknya ini pipa jangan pasang lewat sini, diputus saja,”ungkap Yos yang tampak kesal.
Setahu Yos Nafi, pipa berukuran sekira 8 dim di bagian depan halaman rumahnya yang sudah terpasang bertahun – tahun itu adalah pipa jaringan air milik PDAM Kupang dari sumber mata air Tilong yang mendistribusi air ke sejumlah rumah warga di wilayah desa itu.
Respon PDAM Kupang
Direktur PDAM Kupang, Joni Sulaiman yang dikonfirmasi, Jumat (10/7) mengatakan belum ada permohonan calon konsumen atas nama yang bersangkutan yang diterima manajemen PDAM Kupang.
Namun ia mengatakan PDAM Kupang siap melayani kebutuhan calon konsumen tersebut untuk memasang meter air PDAM. Itu akan dilakukan setelah dilakukan survei lokasi ke titik yang bersangkutan oleh petugas PDAM di wilayah itu.
Saat dikonfirmasi, Dirut Joni Sulaiman langsung menghubungi petugas PDAM yang mengkoordinir layanan PDAM di wilayah Penfui timur untuk melakukan survei ke alamat Yos Nafi.
Dikatakan jika hasil survei menyatakan pipa yang terpasang di depan rumah Yos Nafi adalah pipa jaringan air PDAM Kupang maka akan ditindaklanjuti dengan proses pemasangan meteran air di rumah Yos Nafi dan rumah warga sekitar yang membutuhkan layanan air PDAM. “Kami perlu pastikan dulu jaringan pipa itu apakah pipa jaringan PDAM atau SPAM karena pipa distribusi (PDAM) di wilayah itu saat ini hanya sampai di kantor desa (Penfui timur), kalau itu pipa SPAM maka kami perlu koordinasi dulu dengan pihak SPAM karena itu pipa jaringan mereka, kita tidak bisa langsung ambil air dari pipa mereka (SPAM) untuk distribusikan ke warga,”katanya.
Lewat telepon Joni juga meminta petugas PDAM di wilayah Penfui timur yang dihubungi itu untuk memastikan jarak dari Pipa distribusi PDAM Kupang di sekitar kantor kepala desa Penfui timur ke area di sekitar rumah Yos Nafi.
Jika jaraknya dimungkinkan maka kata Joni Sulaiman, pihaknya akan menggunakan jaringan pipa HDPE untuk mendistribusikan air PDAM dari jaringan terakhir di kantor desa Penfui timur ke wilayah pemukiman warga di sekitar rumah Yos Nafi. (Jmb)