Manggarai, timurtoday.id – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah Sabtu (15/8) pagi terjadi di Mbay, Nagekeo dengan Magnitudo 7,7.
Pada Senin (7/9) pukul 17.40 wita gempa bumi tektonik dengan magnitudo Magnitudo 4.4 terjadi Utara Ruteng, Manggarai.
BMKG Kupang memginformasikan kedalaman gempa mencapai 9 km di dasar laut dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,20° LS ; 120,37° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 47 km Utara Ruteng. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG Kupang menyampaikan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat Flores Back-Arc Thrust. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust),”demikian keterangan tertulis BMKG stasiun Geofisika Kupang, Senin (7/9) malam.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan menurut BMKG gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala intensitas III MMI atau Getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang seperti ada truk berlalu.
Gempa bumi tersebut merupakan rangkaian susulan gempa bumi M7,7 di Flores yang terjadi 15 Agustus 2026* pukul 17:50 WIB lalu.
Hasil monitoring BMKG, hingga Senin 7 September 2026 pukul 17:00:00 WIB, jumlah gempa susulan dari gempa M7,7 sudah mencapai 13.318 dengan magnitudo terbesar M6,2.
BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan Menghindari diri dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. (Jmb)
