SoE, timurtoday.id – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akhirnya menetapkan Egusem Pieter Tahun sebagai Ketua DPD II Partai Golkar TTS periode 2025–2030. Penetapan dilakukan dalam sidang Musda yang berlangsung di Aula Gereja Petra, Soe, Kamis (30/7/2026).
Musda tersebut dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto, didampingi Sekretaris Welhemintje S. Libby Sinlaeloe dan Bendahara Restu Herdani Baptista Dupe. Hadir pula Staf Ahli Bupati TTS Bidang Kesejahteraan Rakyat Johanis Benu yang mewakili Bupati TTS, unsur Kesbangpol, KPU, Bawaslu TTS, serta sejumlah pimpinan partai politik, di antaranya PKB, Partai Demokrat, dan PAN.
Pelaksanaan Musda sempat mengalami penundaan akibat dinamika internal partai yang berlangsung cukup alot. Namun setelah melalui pembahasan dan mekanisme organisasi, seluruh peserta akhirnya menyepakati Egusem Pieter Tahun sebagai calon tunggal Ketua DPD II Partai Golkar TTS.
Dengan demikian, Musda XI secara aklamasi menetapkan mantan Bupati Timor Tengah Selatan periode 2019–2024 yang akrab disapa Epy Tahun itu kembali memimpin Partai Golkar TTS untuk lima tahun ke depan.
Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto dalam sambutannya mengatakan Musda di Kabupaten TTS merupakan Musda ke-18 yang dilaksanakan Partai Golkar di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia menegaskan bahwa setelah seluruh Musda selesai dilaksanakan, DPD I akan melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan di setiap daerah.
“Musda TTS merupakan Musda ke-18 di NTT. Setelah seluruh Musda selesai, tentu akan dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan agar organisasi semakin solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.
Alain juga menegaskan sikap Partai Golkar yang tetap mendukung program-program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui semangat kolaborasi.
“Golkar akan tetap mendukung pemerintah. Namun dukungan itu harus dilakukan secara kritis, objektif, dan profesional demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menitipkan sejumlah pesan kepada kepengurusan DPD II Golkar TTS yang baru, terutama pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi secara vertikal maupun horizontal.
Egusem Pieter Tahun kepada media ini Jumat (31/7/2026) mengatakan dua Minggu kedepan pihaknya akan melakukan pembenahan struktur partai ditingkat DPD II Golkar TTS mengingat sejumlah pengurus ada meninggal dan ada pula yang sudah pindah ke partai lai.
“Jadi untuk dua Minggu kedepan kita akan lakukan pembenahan struktur mengingat ada sejumlah kader dan juga pengurus ada yang sudah meninggal dan ada pula yang sudah pindah ke partai lain. Dan juga pembenahan struktur ditingkat PPK di kecematan karena ada yang sudah tidak aktif, serta pembentukan pengurus partai Golkar di tingkat desa,” kata pria yang disapa Epy Tahun ini.
Sementara untuk kursi DPR RI lanjut Epy Tahun, dia bertekad untuk mempertahan dua kursi yang sudah diraih saat ini. Sedangkan untuk anggota DPRD Provinsi NTT Epy yakin akan memperoleh 2 kursi pada Pileg 2029 mendatang.Untuk kursi DPRD TTS Epy Tahun mengaskan akan merebut palu ketua DPRD TTS ada pileg 2029 mendatang.
“Kami akan bertekat dan bekerja keras untuk mempertahan dua kursi DPR RI sudah kami raih saat ini. Sedangkan untuk DPRD Provinsi NTT kami akan bekerja keras untuk mendapat dua kursi pada Pileg 2029 nanti. Sedsbgkan untuk kursi DPRD TTS kami akan bekerja keras untuk merebut palu pimpinan DPRD sebagai ketua DPRD TTS,” tegas Epy Tahun.
Disentil soal apakah dirinya akan maju bertarung lagi pada Pilkada 2029 mendatang, mantan bupati TTS ini menyatakan siap untuk kembali bertarung.
“Saya akan melihat perkembangannya kedepan dan sudah 51 persen saya akan maju bertarung (Pilkada) lagi,”tutup Epy Tahun.
Sementara dalam laporan panitia, Plt Ketua DPD II Partai Golkar TTS Vinsen Bureni menyampaikan bahwa menjelang pelaksanaan Musda, jajaran partai telah melakukan konsolidasi ke berbagai wilayah di Kabupaten TTS. Dari hasil konsolidasi tersebut, ditemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari infrastruktur, ketersediaan air bersih hingga sektor pendidikan.
“Konsolidasi yang telah dilakukan menunjukkan masih banyak persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu kami berharap kepengurusan baru nantinya mampu membangun kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten TTS dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh tahapan pra-Musda telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi sehingga pelaksanaan Musda dapat berjalan dengan baik.(Jmb)
