26.8 C
Kupang
Jumat, Oktober 9, 2026
Space IklanPasang Iklan

El Nino Mengancam, PDAM Kota Kupang Pangkas Jadwal Distribusi Air Jadi Tiga Kali Seminggu, Konsumsi Air Melonjak

Kota Kupang, timurtoday.id – Ditengah ancaman dampak El Nino, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil kebijakan memangkas atau mengurangi jadwal giliran pendistribusian air ke pelanggan.

Jika sebelumnya distribusi air dilakukan setiap hari ke pelanggan maka saat ini diatribusinya dijadwalkan hanya tiga kali bahkan dua kali seminggu.

Kepala bagian (Kabag) Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdi Jeremias, Selasa (6/10) mengatakan kebijakan itu disesuaikan dengan menurunnya debit air di seluruh sumber air milik Perumda Air Minum Kota Kupang. Meski ada pengurangan jam pengaliran namun kebutuhan air pelanggan diklaim tetap terpenuhi.

Ferdi Jermias

Perumda Air Minum Kota Kupang memiliki 43 sumber air. Ada satu sumber air di kelurahan Liliba yang dikatakan Ferdi kini kering total. “PDAM Kota Kupang mengelola kurang lebih 43 sumber air. Dari 43 ini memang ada beberapa yang mengalami penurunan Debut bahkan kering sama sekali,”katanya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut kata Ferdi Jermias PDAM Kota Kupang melakukan upaya penanganan dengan mengintegrasikan suplai dari beberapa sumber air agar pelanggan tidak mengalami kekurangan suplai air ditengah musim kekeringan saat ini. “Bukan berarti kami tidak melakukan upaya. Kami mengintegrasikan sumber-sumber terdekat dengan pelanggan-pelanggan yang menjadi korban dari sumber yang kering itu untuk kemudian kami supply kembali. Memang kondisinya tidak akan seperti semula. Artinya bahwa ketika semula itu pengaliran misalnya seminggu setiap hari, berarti ada pengurangan pengaliran. Jadi seminggu tiga kali, bahkan seminggu dua kali. Tapi apapun itu kami berusaha supaya kebutuhan dasar minimal air bersih itu bisa terpenuhi,”jelasnya.

Ke-43 sumber itu kata Ferdi melayani 12 ribu lebih pelanggan aktif dari total jumlah pelanggan sebanyak 19 ribu lebih. “Sejauh ini pelanggan kami ada 19 ribu lebih, tapi yang memang aktif menjadi pelanggan itu kurang lebih 12.500. 12.500 itu yang memang mendapatkan pengaliran dari kami. Yang sisanya itu memang tidak lagi kami pengaliran karena sudah putus karena beberapa hal misalnya kewajiban tidak dilaksanakan sehingga harus dilakukan pemutusan. Jadi sejauh ini Rp12.500 itu masih bisa kami layani walaupun dengan rekayasa yang dilakukan dan akhirnya terjadi pengurangan jam distribusi,”kata Ferdi yang mengaku pihaknya juga menerima banyak kelurahan dari pelanggan soal kebutuhan air.

Baca juga  LPJ Desa Poto dan 5 Desa  Lain Direkomendasikan Dinas PMD Untuk Diaudit Khusus Inspektorat

“Ya memang kalau keluhan (pelanggan) itu setiap bulan selalu ada Tapi sejauh ini kami bisa memenuhi kebutuhan Itu terbukti dengan jumlah distribusi air kami kepada pelanggan saat ini cukup meningkat Biasanya itu sebulan kami mendistribusikan sejumlah 160 ribu kubik, Bulan ini naik, konsumsi air pelanggan kini mencapai lebih 195 ribu kubik perbulan,”sambung Ferdi.(Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini