28.8 C
Kupang
Sabtu, Agustus 1, 2026
Space IklanPasang Iklan

Incenerator Limbah Beracun di Kupang Dekat Pabrik Roti dan Permukiman

Kupang, timurtoday.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2020 lalu membangun satu unit bangunan Incenerator di desa Manulai I kecamatan Kupang barat. Tujuan utamanya untuk memusnahkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Kupang, ibukota provinsi NTT dan sejumlah daerah lain. Incenerator itu belum dioperasikan setelah ujicoba tahun 2022 lalu.
             Penelusuran media ini Kamis (30/7) sore dan Jumat (32/7) siang, lokasi bangunan pembasmi khusus limbah medis beracun itu tak jauh dari pabrik roti ternama di Kupang.
             Akses masuk ke lokasi Incenerator melewati jalan tanah berbatu persis disamping kanan pagar pembatas area pabrik roti. Akses itu menuju lokasi bangunan incenerator yang berada di belakang pabrik.
                Jalan menuju lokasi Incenerator cukup berkelok menyusuri bukit dan belukar disisi kiri kanan jalan. Dari ujung jalan masuk samping pabrik roti hingga area Incenerator berjarak sekitar 300-400 meter.
              Jika ditarik garis lurus, antara pagar pembatas bagian belakang area pabrik roti dan lokasi Incenerator jaraknya bisa kurang dari 300 meter. Dari pagar sisi samping  bangunan incenerator bangunan pabrik roti tampak dekat.
              Di sisi kanan bangunan Incenerator tampak beberapa rumah warga. Rumah milik Mateos Suka paling dekat dengan bangunan incenerator. Jarak antara rumah Mateos dan bangunan incenerator hanya sekitar 50 meter. Bahkan akses jalan menuju rumah Mateos melewati area atau halaman bangunan incenerator tersebut. Halaman rumah dan area pabrik hanya dibatasi pagar kayu.
             Mateos Suka dan isterinya yang ditemui di rumah mereka Kamis (30/7) petang sekitar pukul 18.00 WITA menyampaikan saat uji coba tersebut rumah mereka dan lima rumah warga lainnya disekitar lokasi Incenerator menjadi sasaran terjangan luapan asap dari cerobong pendek Incenerator tersebut.
              Serbuk hitam yang dibawa asap dari titik pembakaran Incenerator menempel di perabot-perabot rumah. Bahkan makanan minuman yang siap dikonsumsi saat itu tak bisa dikonsumsi saking lebatnya asap yang menutup ruang-ruang dalam rumah mereka. “Suami punya kopi tak bisa diminum karena serbuk masuk dan makanan dimeja kena semua, dalam rumah asap semua,”kata isteri Mateos.
               Disampaikan mata mereka terasa pedih karena kemasukan asap, mata sejumlah ternak sapi milik warga di wilayah itu memerah. Sumur warga tercemar serbuk dari kepulan asap. Bahkan dikatakan, Yulius Feoh salah seorang pria lanjut usia di wilayah itu mengalami batuk parah hingga akhirnya meninggal beberapa tahun kemudian. “Ada orang tua, Tetangga kami yang batuk-batuk sampai dia meninggal tahun lalu,”katanya. (Jmb)
Baca juga  Thamrin Ditemukan Mengapung di Perairan Lalendo, Kawasan Budidaya Mutiara PT. TOM

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini