26.3 C
Kupang
Senin, Oktober 5, 2026
Space IklanPasang Iklan

Kelanjutan Investasi Pabrik Konsentrat Mangan di Silu, PT. BAP Menunggu Pengesahan IPR – RKAB

Kupang, timurtoday.id – PT.Bhakti Alam Procesing (BAP) awal Agustus 2025 lalu menyatakan komitmen investasinya dibidang pertambangan batu mangan di pulau Timor dengan membangun pabrik konsentrat atau pengolahan mangan di desa Silu kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik itu dilakukan oleh bupati Kupang, Yosep Lede disaksikan manajemen perusahaan bersama sejumlah masyarakat, pejabat pemerintah, tokoh agama, kepolisian, TNI pada Jumat (8/8/2025) siang.

Peletakan batu pertama oleh bupati Yosep Lede

Bagaimana kelanjutan investasi tersebut pasca peletakan batu pertama yang berlangsung lebih dari setahun lalu itu ?.

Pantauan timurtoday.id tengah pekan lalu, lokasi pembangunan tampak sepi dari aktifitas tenaga kerja. Pagar pembatas berbahan seng di bagian depan pabrik tampak roboh. “Itu tersapu angin,”ungkap Riven, Kepala Tekhnis Tambang (KTT) PT. Bhakti Alam Indonesia Timur (BAIT), perusahaan penyuplai mangan PT.BAP, yang dikonfirmasi pekan kemarin soal kondisi tersebut.

Soal kelanjutan pembangunan pabrik Konsentrat, Riven tak mau berkomentar. “Itu bukan kapasitas saya untuk menjelaskan, dengan pak Pudji saja,”katanya.

Pudji Setiawan Dwipraja, Direktur Development Usaha dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bhakti Alam Procesing yang dikonfirmasi, Senin (5/10) menyampaikan perusahaan tetap eksis melanjutkan investasi tersebut. Hanya saja pihaknya kini dihadapkan dengan kendala pengesahan sejumlah Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) dari PT.BAIT yang masih berproses di Ditjen Minerba kementerian ESDM. “Kalau mengenai pabrik konsentrat kami masih menunggu pengesahan ijin tambang rakyat dan RKAB PT.BAIT. Pabrik perlu ada jaminan suplay raw material nya. Kerja sia sia namanya kalau bangun pabrik tanpa ada suplay raw material nya,”ungkap Pudji yang mengaku sementara berada di Ditjen Minerba kementerian ESDM.

Baca juga  KNMP di Sulamu Dibuka, Sinergi Asta Cita Dan Program Hilirisasi Kabupaten Kupang

Ia menjelaskan pihaknya butuh suplai material 3.000 ton perbulannya, sementara hingga kini belum ada satupun perusahaan penambang yang punya RKAB. “Kami butuh 3.000 per bulan nah sekarang masalahnya RKAB setiap perusahaan di NTT saja tidak ada, Bagaimana kami mau bangun pabrik?,”jelas Pudji.

Ia menambahkan setiap investasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat sehingga dampak investasi bisa tampak di suatu daerah. “Investasi kan harus ada kolaborasi antara swasta pemerintah dan masyarakat, kalau investasi tak ada kolaborasi atau bekerja sama itu namanya penjajahan,”ungkapnya.

Saat peletakan batu pertama bupati Yosep Lede mengatakan Bhakti Alam Procesing telah memulai sesuatu yang baik di kabupaten Kupang. “Ini bukan sekedar peletakan batu pertama tapi juga peletakan fondasi, harapan, tekad dan komitmen bersama untuk kedepan kabupaten Kupang lebih maju dan sejahtera,”katanya.

Ia berpesan investasi tersebut harus memberikan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat. “investasi ini harus berdampak positif bagi masyarakat dan daerah,”katanya.

Sebelum meleletakan batu pertama bupati Yosep Lede meminta salah seorang pemimpin umat yang hadir untuk mendoakan pekerjaan pembangunan pabrik tersebut. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini