Kota Kupang, timurtoday.id – Beras Kupang Emas adalah satu-satunya produk beras kualitas premium yang diproduksi di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Beras premium Kupang Emas diproduksi CV. Sharen Puteri Mandiri (SPM) di kelurahan Babau kecamatan Kupang timur, dari proses pengolahan padi hasil sawah kelompok tani (Poktan) disejumlah wilayah di kabupaten Kupang.
Produk beras premium Kupang emas berkapasitas 20 kilogram kini sudah dipasarkan bebas setelah dilounching Bupati Kupang, Yosep Lede, Rabu (15/7) siang di kelurahan Babau kecamatan Kupang timur, bersama produk beras kualitas medium, Generasi Kupang Emas.
Piterson Lay dari CV.CPM, produsen beras Kupang Emas mengatakan ada 33 ton kemasan 20 kg yang dilepas ke pasaran setelah lounching tersebut.
Ia menyadari banyak kompetitor produk beras premium di pasaran namun produk Kupang Emas punya ke-khas-an yang menjadi pembeda diantara sejumlah produk beras premium yang kini beredar di pasaran.
“Beras yang kita produksi ini asli dari lahan sawah dan kerja keras dari tangan-tangan petani kita di kabupaten Kupang, soal rasa silahkan dicoba, produk ini juga sudah melalui uji laboratorium di Lampung sehingga memenuhi standar mutu premium,”ungkap Piterson Lay, usai peluncuran produk beras tersebut.
Menyangkut harga kata Piterson Lay, pihaknya mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. “Perkilogramnya Rp 15.400,”jelasnya.
Untuk saat ini daerah Kota Kupang, Timor Tengah Selatan dan beberapa kabupaten lain di daratan pulau Timor termasuk negara Timor Leste menjadi target pasar beras Kupang Emas.
Rasa Beras Oesao
Pemasaran beras Kupang emas rupanya sudah menjangkau Kota Kupang, ibukota provinsi NTT.
Salah seorang konsumen di kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, Sabtu (18/7) menyampaikan ia penasaran setelah ramai pemberitaan media beberapa hari lalu soal peluncuran beras di kabupaten Kupang tersebut.
Karena sebelumnya ia suka mengkonsumsi ‘beras mol Oesao’ maka ketika mengetahui ada beras yang diproduksi di wilayah itu ia mencoba untuk mendapatkan produk beras Kupang emas itu. “Namanya mencerminkan rasanya, orang bilang beras Oesao enak, ini begitu juga, dengan sambal saja sudah enak dilidah kalau dimakan saat (nasi) masih hangat,”ungkap Marleni warga di seputaran Pasar Inpres Naikoten 1.
Soal harga dirasa cukup wajar untuk ukuran beras premium.(Jmb)
