Kupang, timurtoday.id – Dinas peternakan (Disnak) kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan vaksinasi massal terhadap ternak anjing piaraan warga di desa Oelfatu dan sekitarnya di kecamatan Amfoang Barat Laut. Vaksinasi massal tersebut akan dilakukan selama satu minggu sejak 29 Mei 2026.
Pelaksana tugas (plt) kepala dinas (kadis) peternakan kabupaten Kupang, Oktvaniana Manulangga kepada timurtoday.id, Senin (25/5) melalui WhatsApp menginformasikan vaksinasi massal tersebut dilakukan merespon kasus kematian satu orang oknum PPPK yang diduga terinveksi virus rabies.
Disampaikan pasca kejadian, petugas Disnak telah melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut dan anjing yang menggigit korban belum pernah di vaksin.
“petugas peternakan di kecamatan telah menelusuri anjing yang melakukakn gigitan dan hasilnya sesuai riwayat informasi anjingnya belim pernah dilakukan vaksinasi. Sehingga langkah yang diambil dinas dan pihak kecamatan adalah akan segera dilakukan vaksinasi anjing massal untuk desa Oelfatu dan daerah sekitar yang akan dimulai tanggal 29 mei selama satu Minggu ke depannya,”ungkap Oktaviana.
Dikatakan 500 dosis vaksin telah disiapkan untuk kegiatan tersebut.

“Semua anjing wajib di vaksin demi memutus mata rantai penyebaran virus. Baik yang sudaj pernah di vaksin untuk pengulangan maupun yang belum sama sekali,”tambahnya.
Anjing di wilayah Oelfatu bukan belum pernah divaksin, tahun 2025 lalu kata Oktaviana di wilayah itu juga telah dilakukan vaksinasi massal bersama dengan kecamatan – kecamatan lain di kabupaten Kupang.
Vaksinasi massal tahunan sudah dilakukan rutin dalam tiga tahun terakhir pada bulan Mei hingga Juni setiap tahunnya.
“Sesungguhnya wilayah sana sudah pernah dilakukan vaksinasi massal tahun lalu dan sudah tiga tahun 3 ini dinas melakukan kegiatan vaksinasi massal rabies untuk seluruh wilayah kabupaten Kupang. Jadwal vaksinasi kami itu bulan Mei – Juni,”jelasnya.
Pada bulan Juni ini akan dilakukan vaksinasi massal SE, hog Cholera, ASF dan Rabies untuk itu diharapkan masyarakat siapkan ternak piaraan mereka untuk divaksin untuk terjadinya hal yang merugikan warga pemilik ternak. (Jmb)
