25.9 C
Kupang
Rabu, Juni 24, 2026
Space IklanPasang Iklan

Mahasiswa KKN UGM Programkan Pengembangan Gula Lontar Rote

Rote Ndao, timurtoday.id – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Daiama kecamatan Landu Leko, dan desa Serubeba kecamatan Rote Timur kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rombongan mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Cakrawala Rote 2026 telah tiba di Rote Ndao dan disambut bupati Paulus Henukh di kantor bupati Senin (22/6).

Mereka akan berada selama 50 hari kedepan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di pulau paling selatan Indonesia tersebut.

Mahasiswa peserta KKN UGM di Rote Ndao

Koordinator Mahasiswa Unit KKN Rote Ndao, Muhammad Abel Fajri, menjelaskan ada 140 program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Program-program tersebut menyangkut penguatan SDM dan transformasi teknologi berbasis kearifan lokal untuk mendukung sektor pertanian, akuakultur, pariwisata, dan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Dikatakan berdasarkan hasil survei awal, mahasiswa mengidentifikasi sejumlah potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat tersebut. Salah satunya adalah produksi gula lontar yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat Rote.

“Nantinya melalui kegiatan pendampingan, kami akan berencana untuk membantu peningkatan higienitas proses produksi serta pengembangan teknik pengemasan guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk,” ujar Abel dikutip dari ugm.ac.id.

Meski memiliki ratusan program pengabdian, namun dalam penerapannya program kerja tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat melalui proses diskusi dan koordinasi bersama pemerintah desa serta warga setempat. “Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar relevan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, seluruh rencana kegiatan akan terus disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelas mahasiswa Program Studi Geofisika angkatan 2023 tersebut.

Selain itu, potensi garam dan wisata alam dan budaya yang dimiliki Rote Ndao juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan teknologi digital secara tepat guna.

Baca juga  100 Lebih Perusahaan Berebut Quota Pengiriman Sapi Kabupaten Kupang

“Berbagai program yang disiapkan diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kawasan Sentra Industri Garam

Kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyampaikan apresiasi yang besar kepada Universitas Gadjah Mada yang terus berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Bupati Paulus Henukh (kiri) saat menerima mahasiswa KKN UGM di kantor Bupati Rote Ndao

Menurut Paulus, wilayah penempatan mahasiswa KKN merupakan bagian dari kawasan sentra industri garam nasional yang saat ini tengah berkembang.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan penelitian maupun pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Wilayah ini sedang mengalami proses transformasi dan pembangunan. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui ide, inovasi, maupun pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat menyambut mahasiswa KKN di Kantor Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Senin (22/6) lalu.

Paulus juga menuturkan bahwa Rote Ndao memiliki nilai historis yang erat dengan UGM. Salah satunya melalui sosok Prof. Herman Yohannes, putra terbaik Rote yang pernah menjabat sebagai Rektor kedua UGM. “Mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar langsung di wilayah terluar Indonesia bagian selatan yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan potensi sumber daya yang luar biasa,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN Cakrawala Rote 2026, Dr. Heri Santoso, turut mengingatkan mahasiswa bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga proses belajar bersama masyarakat. “KKN adalah kesempatan untuk belajar di masyarakat, bersama masyarakat, dan untuk masyarakat. Selama KKN, mahasiswa ibaratnya sedang belajar pada Universitas Jagad Raya, Fakultas Kehidupan, Jurusan Jalan Lurus,” ungkapnya.

Baca juga  Pemkot Kupang Gelar Pasar Murah di Semua kecamatan, Subsidi Harga Hingga Belasan Ribu Rupiah

Kehadiran Tim KKN-PPM UGM di Rote Ndao turut mendapat dukungan dari Pengurus Daerah KAGAMA Nusa Tenggara Timur, KAGAMA Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa lokasi KKN.

Penyambutan di desa 

Prosesi penyambutan mahasiswa juga berlangsung meriah di Desa Serubeba dengan iringan musik sasando yang dimainkan secara langsung sebagai simbol keramahan masyarakat Rote.

Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar nyata yang dapat memperkuat kepekaan sosial, kemampuan kolaborasi, serta kepemimpinan mereka sebagai calon pemimpin masa depan.

Selain itu, melalui sinergi antara mahasiswa, alumni KAGAMA, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, pelaksanaan KKN diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan membangun Indonesia dari wilayah terdepan. (Jmb/sumber : ugm.ac.id/Foto : Dok. Tim KKN-PPM dan arengaindonesia.com)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini