24.4 C
Kupang
Senin, Juli 6, 2026
Space IklanPasang Iklan

Mama – Mama Desa Nununamat – TTS Gelar Aksi Tolak Kades Semmy Aoetpah

SoE, timurtoday.id – Sekelompok mama – mama (Ibu Rumah Tangga) desa Nununamat kecamatan Kolbano kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/7) siang menggelar aksi di kantor desa setempat.
             Di depan pintu kantor desa, belasan mama – mama berkain sarung ini mengekspresikan sikap penolakan mereka terhadap kepemimpinan Semmy Aoetpah, sebagai kepaa desa (kades) Nununamat yang dianggap telah mencederai martabat perempuan dengan sejumlah persoalan yang diduga dilakukan.
            Ekspresi penolakan disampaikan melalui kalimat-kalimat yang tertulis pada sejumlah spanduk maupun poster yang ditunjukan dalam aksi tersebut.
              “Kami Ibu-Ibu Desa Nununamat Menolak Kepala Desa yang Merendahkan Martabat Perempuan”, “Perilaku Oknum Kepala Desa Mencoreng Wibawa Pemerintah Secara Keseluruhan”, “Berilah Kami Seorang Perempuan untuk Memimpin Desa Nununamat yang Menjunjung Etika, Moral, dan Bisa Diteladani” demikian isi beberapa poster yang diacungkan dalam aksi tersebut.
            Tak hanya itu mama – mama ini juga membawa surat penolakan terhadap kades Semmy yang ditandatangani 444 warga setempat. Surat penolakan itu disampaikan kepada pemerintah kabupaten TTS.
             Dalam pernyataan sikap mereka dijelaskan bahwa aksi tersebut merupakan upaya lanjutan dari berbagai upaya sebelumnya yang telah ditempuh masyarakat namun belum direspon pemkab TTS, diantaranya lewat Surat Nomor 02/OBOS-TTPB/IV/2026 tanggal 27 April 2026 tentang Pernyataan Sikap USIF, AMAF, MEO, dan KOLO MANU, Surat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nununamat Nomor 05/BPD-Nununamat/2026 tanggal 18 Mei 2026 yang ditujukan kepada Bupati Timor Tengah yanh memuat pengaduan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran moral yang melibatkan Kepala Desa Nununamat dan permohonan agar pemerintah segera mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
             Persoalan terkait perilaku kades Semmy itu juga sempat disikapi komisi I DPRD TTS dengan menggelar Rapat Klarifikasi namun belum ada penyelesaian sesuai yang dijanjikan DPRD.
             Dalam aksi tersebut, mama-mama mendesak Bupati Timor Tengah Selatan segera mengambil langkah yang cepat, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ini karena
bagi masyarakat desa Nununamat, persoalan yang diduga menyeret Semmy Aoetpah tersebut tidak hanya menyangkut dugaan perilaku seorang pejabat desa, tetapi juga menyentuh nilai-nilai adat, budaya, etika, dan kehormatan masyarakat Nununamat yang selama ini menjunjung tinggi martabat keluarga dan perempuan.
           Mereka menyebut wilayah adat Pua Ana Noa Ana Osin, Batun, Oken, dan Suana dengan Bonif Tuka, Tlonaen, Poni, dan Banoet memiliki nilai-nilai luhur yang harus dijaga oleh setiap pemimpin.
             Menurut ibu-ibu ini, aksi tersebut bukan didasari rasa kebencian terhadap individu tertentu, melainkan lahir dari kegelisahan dan kepedulian terhadap masa depan pemerintahan desa serta perlindungan terhadap harkat dan martabat perempuan.
            “Kami ingin pemimpin yang menjadi teladan bagi anak-anak dan masyarakat. Kami berharap pemerintah mendengar suara hati kami dan segera memberikan kepastian,” ujar salah seorang peserta aksi. (Jmb/matatimor.com)
Baca juga  Program MBG di Kabupaten Kupang Baru Menjangkau 25.552 Penerima, Pemkab Kebut 50 SPPG Untuk Daerah Terpencil

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini