Manggarai, timurtoday.di – Rombongan anggota Polisi dari Polres Manggarai dihadang sekelompok warga di Wae Pesi saat menuju kecamatan Reo untuk mengantar bantuan bagi para korban Bencana gempa. Sejumlah kendaraan polisi dan pemerintah terhenti karena aksi blokade itu.
Kepada polisi warga menyampaikan, aksi itu dilakukan agar mereka bisa menyampaikan langsung keluhanan mereka kepada pemerintah. Yang mana hingga memasuki hari kelima pasca gempa bumi M7,7, Sabtu (15/8) lalu mereka belum juga mendapat bantuan pemerintah.
Melihat situasi tersebut, Kasi Humas Polres Manggarai AKP Ngurah Saba Nugraha tidak memilih untuk menghindar. Ia justru turun langsung dari kendaraan dan menghampiri warga.
Dengan pendekatan yang tenang, AKP Ngurah mendengarkan satu per satu keluhan yang disampaikan masyarakat. Tidak ada perdebatan, tidak pula tindakan represif. Yang dilakukan adalah membuka ruang komunikasi agar keresahan warga dapat tersampaikan.
“Kami memahami kekecewaan masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, warga tentu ingin segera mendapatkan bantuan. Kami datang untuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan menjelaskan kondisi pendistribusian bantuan agar semuanya bisa dipahami bersama.” ujar AKP Ngurah Saba Nugraha, dalam Keterangannya, Sabtu (22/08).
Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, AKP Ngurah kemudian memberikan penjelasan terkait proses pendistribusian bantuan serta upaya yang sedang dilakukan agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.
Penjelasan tersebut perlahan membuat suasana yang sempat memanas menjadi lebih tenang.
Warga yang sebelumnya menahan kendaraan akhirnya memahami situasi dan memilih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.
Jalan yang sempat diblokade pun kembali dibuka. Rombongan anggota Polri kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Posko Reo dengan aman.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga membutuhkan kepastian, perhatian, dan seseorang yang bersedia mendengarkan keluh kesah mereka.
Bagi Polri, turun langsung menemui masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan suara warga terdampak tidak terabaikan.
Sebab dalam situasi sulit seperti ini, terkadang kehadiran dan kesediaan untuk mendengarkan menjadi langkah pertama untuk meredakan keresahan. (Jmb)
