SoE, timurtoday.id – Rencana Sinode (Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), menggelar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) direspon Nefdan Tefa, salah seorang pemuda GMIT asal Nunkolo-Amanatun, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Disejumlah grub WhatsApp, Nefdan menyampaikan ‘seruan’ dengan penuh kerendahan hati kepada ketua Sinode GMIT untuk meninjau ulang rencana tersebut karena banyak persoalan sosial yang kini dialami warga GMIT termasuk layanan pendidikan di sejumlah sekolah GMIT.
“Kepada Yth.
Ketua SINODE GMIT Nusa Tenggara Timur
Beserta Jajarannya
di Tempat
Dengan hormat,
Saya, selaku anak GMIT asli, dengan kerendahan hati menyampaikan beberapa hal berkenaan dengan rencana kegiatan PESPARAWI Perdana yang katanya akan diselenggarakan.
Saya memohon dengan hormat agar kegiatan tersebut ditinjau kembali.
Sebab saat ini masih banyak sekolah-sekolah GMIT yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari SINODE GMIT.
Alangkah baiknya jika dana yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut dialihkan untuk membantu:
Anak-anak yatim, orang tua, lansia, dan janda/duda yang ada di lingkup GMIT.
Namun apabila kegiatan ini tetap dilaksanakan, kiranya Bapak/Ibu Pimpinan SINODE GMIT tidak lagi meminta dukungan moral melalui jemaat. Karena saat ini hampir 100% jemaat di pelosok sedang berjuang mengumpulkan dana sendiri untuk membangun rumah gereja dan rumah jabatan pendeta.
Oleh karena itu, besar harapan saya agar Bapak/Ibu Pimpinan SINODE GMIT dapat mempertimbangkan kembali dengan bijak sebelum menetapkan suatu kegiatan.
Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya,
Anak GMIT,” demikian pernyataan sikap Nifden Tefa, yang dibagikan di grub WhatsApp Redaksi Suara TTS, Selasa (21/7).
Hingga berita ini diturunkan ketua Sinode GMIT Samuel Pandie belum merespon WhatsApp timurtoday.id yang meminta informasi soal kejelasan pelaksanaan Pesparawi tersebut. (Jmb)