29.3 C
Kupang
Sabtu, Juni 6, 2026
Space IklanPasang Iklan

Pertikaian Berdarah Warga Desa Pariti di Lahan Konsesi, Apola Belum Datang

Kupang, timurtoday.id – Di suatu kawasan di wilayah dusun VI desa Pariti kecamatan Sulamu kabupaten Kupang yang dikenal warga setempat sebagai lahan konsesi Apola Jumat (5/6) siang terjadi pertikaian antar dua warga setempat. Pertikaian itu berujung pidana.

Warga berinisial NB diduga telah melukai warga lainnya berinisial MD menggunakan sebilah parang. Pelipis kiri MD berdarah diduga terkena sabetan parang yang diayunkan NB dalam cek-cok mulut tersebut.

Polisi dari Polsek Sulamu tiba beberapa saat kemudian di lokasi Kejadian dan mengamankan NB dan MD ke Mapolres Kupang di Babau kecamatan Kupang timur untuk pemeriksaan lanjutan.

Informasi yang dihimpun timurtoday.id dari warga setempat Jumat (5/6) malam bahwa kejadian itu bermula ketika sekitar pukul 11.00 WITA, NB yang sementara mengolah lahan di kawasan tersebut didatangi MB.

MB menanyakan soal aktifitas NB di lahan tersebut yang kini masih dalam proses penyelesaian masalah oleh pemerintah maupun kepolisian. “Saat pertanahan datang ukuran beberapa Minggu lalu, disampaikan untuk jangan beraktifitas dulu di lahan itu tapi ada oknum warga yang beraktifitas sehingga warga lain datang dan menanyakan soal aktifitas itu,”ungkap oknum warga berinisial Y ini lewat telepon, Jumat (5/6) malam.

Kata warga ini, NB diduga tak terima dengan pernyataan MD itu sehingga kemudian mengambil sebilah parang dan menyerang MD.

Merasa nyawanya terancam MD lari menyelamatkan diri, hingga akhirnya polisi tiba di tempat kejadian.

MD dibawa ke RSUD Naibonat untuk dirawat sementara NB diamankan di Mapolres Babau.

Kapolsek Sulamu, Ipda Ardi Sacharias,SH yang dihubungi timurtoday.id, Sabtu (6/6) menyampaikan pihaknya telah turun ke lokasi kejadian dan ada satu orang warga mengalami luka potong namun ia enggan menyampaikan kronologi kasus itu karena kasus itu ditangani langsung oleh Polres Kupang.

Baca juga  Ruang Belajar Reot SDN Tapen di Takari - Kupang, Guru Ofong : "Hujan Angin Tembus Dinding"

“Kasusnya ditangani Polres (Kupang), kami sudah ke TKP (Jumat 5/6) dan ada satu korban luka potong,”kata Ipda Ardi. Pihak Polres Kupang belum berhasil dikonfirmasi soal ini.

Ipda Ardi mengatakan Polsek Sulamu tengah melakukan patroli intensif di wilayah itu untuk mengantisipasi terjadinya aksi saling serang antar warga.

“Tadi malam kami patroli untuk antisipasi ada aksi susulan karena balas dendam atau apa. Kami Patroli sambil mengahimbau kepada warga untuk tenang, tidak terpancing informasi-informasi yang berpotensi menimbulkan kejadian susulan,”katanya.

            Awal Polemik, Apola Dinanti

Polemik lahan tersebut bermula sekitar Oktober tahun 2025 lalu. Ada sekelompok warga yang masuk ke lahan tersebut untuk mengolah lahan tersebut. Tindakan kelompok warga ini dicegah oleh kelompok warga lain yang selama ini mengolah sebagian lahan tersebut.

Perseteruan antar kelompok warga terkait pengelolaan lahan ini kemudian dimediasi pemerintah kecamatan Sulamu.

Sejumlah kesepakatan dibuat antar warga dan pemerintah, salah satunya soal penghentian sementara aktifitas diatas lahan tersebut sambil menanti kepastian soal status lahan tersebut.

Kabarnya pihak Apola Kupang adalah pemegang Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan seluas 100 lebih hektare tersebut. Namun ada juga kabar kalau lahan tersebut adalah lahan konsesi yang dipegang oleh pihak Apola.

Karena itu pihak Apola Kupang dinanti warga maupun pemerintah setempat untuk turun ke lokasi guna memberikan kepastian soal hak penguasaan atas lahan itu. Namun hingga kejadian Jumat siang kemarin, pihak Apola belum turun ke lokasi untuk penyelesaian masalah itu.

            BPN ke Lokasi

Persoalan lahan tersebut juga telah diadukan sejumlah warga ke Polres Kupang beberapa bulan lalu dan setelah itu baru-baru ini pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Kupang bersama Polres Kupang telah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran lahan tersebut.

Baca juga  Kasus Kematian Linda Brand 11 Tahun Lalu Terungkap, Suami Tersangka

Kabarnya usai pengukuran oleh BPN pihak pemerintah mengimbau kepada warga untuk tidak beraktifitas diatas lahan tersebut hingga akhirnya terjadi pertikaian berdarah pada Jumat siang kemarin. (Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini