29.3 C
Kupang
Kamis, Agustus 27, 2026
Space IklanPasang Iklan

Kampung Landor Masih Terisolir, Polisi Gunakan Helikopter Untuk Drop Bantuan

Manggarai Timur, timurtoday.id – Kampung Landor, Desa Wela Lada, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur hingga kini masih terisolir karena terputusnya jalur darat ke wilayah itu akibat gempa bumi M7,7 Sabtu (15/8) lalu.

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bantuan bagi korban gempa di wilayah itu menjadi tidak mudah.

Pihak Polri kemudian mengambil langkah melakukan pendropingan bantuan ke wilayah itu menggunakan helikopter Polri yang disiagakan untuk penanganan pasca gempa.

Sejumlah bantuan makanan, minuman, obat-obatan dan kebutuhan lainnya diterbangkan dari Maumere pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.

Kampung Landor berada di wilayah dataran tinggi. Kondisi tersebut semakin menyulitkan distribusi logistik setelah akses jalan menuju kampung mengalami kerusakan dan terputus akibat dampak bencana.

Dari udara pun, proses penyaluran tidak serta-merta mudah. Helikopter sempat beberapa kali berputar untuk mencari dan memastikan titik lokasi Kampung Landor sebelum bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi gambaran bagaimana Polri berupaya mencari berbagai cara agar warga di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam penanganan pascabencana.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menegaskan bahwa keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Dalam kondisi bencana, kita harus memastikan masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan perhatian dan bantuan. Ketika jalur darat belum memungkinkan, jalur udara menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau mereka,” ujarnya.

Menurutnya, airdrop bantuan ke Kampung Landor bukan hanya tentang mengirimkan logistik, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan kepada warga bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi sulit pascagempa.

Baca juga  Pemkot Kupang Siapkan Rp 3 M Untuk Penanganan Pasien Gawat Darurat Yang Tak Punya Jaminan Kesehatan

“Bapak Kapolda menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Kami memahami bahwa berada dalam kondisi terisolasi tentu menimbulkan kekhawatiran dan kesulitan. Karena itu, Polri akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan yang ada,” tambah Kabidhumas.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat agar masyarakat tetap kuat menghadapi masa pemulihan.

“Kami berharap masyarakat tetap tabah, saling membantu dan tidak kehilangan harapan. Situasi ini harus kita lewati bersama. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Kabid humas juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kondisi lingkungan, terutama kemungkinan terjadinya bencana susulan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi terkait kondisi bencana maupun bantuan sebaiknya diperoleh dari petugas dan sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Di tengah keterbatasan akses, airdrop bantuan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang berada jauh di pelosok.

Saat jalan terputus, Polri mencari jalan lain. Saat daratan tak mampu menjangkau, bantuan diterbangkan dari langit—membawa bukan hanya logistik, tetapi juga empati, harapan, dan pesan bahwa warga Kampung Landor tidak dilupakan.(Jmb)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini