Kota Kupang, timurtoday.id – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama unsur Satuan tugas (Satgas) Pangan dari Polda NTT, Dinas Perindustrian Perdagangan NTT dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan NTT melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di wilayah Kota Kupang, Jumat (30/10) pagi.
      Itu dilakukan dalam rangka menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan serta logistik di wilayah itu.
       Pantauan timurtoday.id, Arrahim K. Kanam, Kepala atau Pemimpin Wilayah Perum BULOG NTT bersama jajaran dan pejabat dari unsur satgas pangan mendatangi RPK di kelurahan Oebobo, Fatululi, Tuak Daun Merah dan kelurahan Naimata.
       Di empat RPK tersebut Satgas mendapati stok atau ketersediaan beras SPHP masih tersedia antara satu hingga dua ton di tokonya. Sementara harga beras SPHP dijual dengan harga Rp 62 ribu hingga Rp 63 ribu/karung (ukuran 5 kilogram).
     “Saya sekali ambil (dari Bulog) satu ton, biasanya seminggu sudah habis terjual. Saya jual Rp 63.000/karung,”kata
Hasniyati pemilik RPK di kelurahan Oebobo kecamatan Oebobo Kota Kupang yang pertama kali disasar satgas dalam sidak itu.
      Sidak kemudian dilanjutkan ke RPK milik Mikael Riwu juga di kelurahan Fatululi kecamatan Oebobo.
      Mikael mengatakan dua ton SPHP masih tersedia dan biasanya baru akan habis di dua pekan kemudian sejak diambil. Mikael mengaku menjual SPHP dengan harga Rp 62.000/karung.
     Harga jual tersebut sama juga dengan harga beras SPHP yang dijual RPK Bai Edi di kelurahan Tuak Daun Merah kecamatan Oebobo.
     Di RPK Bai Edi, satgas disampaikan pemilik RPK soal jahitan beberapa karung SPHP yang rusak. Arrahim Kanam mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut.
     Di RPK Petuk kelurahan Naimata kecamatan Maulafa, satgas menemukan ada beras SPHP yang dijual ecer.
      Ansi, pemilik RPK mengatakan hal itu dilakukan karena menyesuaikan dengan kondisi lingkungan RPK yang kebanyakan adalah mahasiswa penghuni kost yang sering membeli dibawah lima kilogram. Ansi mengaku beras SPHP dijual ecer dengan harga Rp 13.000/kilogram.
Ansi mengatakan dua ton beras yang dibeli dari Bulog didistribusi ke tiga toko lain miliknya untuk dijual.
      Arrahim K. Kanam usai sidak mengatakan ketersediaan beras SPHP masih aman dan harga jualnya pun masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yakni Rp 13.100/kilogram.
      Ia mengatakan jumlah RPK di Kota Kupang sekitar 300 RPK dengan setiap RPK menjual satu hingga dua ton beras SPHP.
      Dari sidak tersebut ia memastikan stok beras SPHP saat ini masih tersedia di RPK dengan harga yang masih wajar, dibawah HET sehingga masih bisa dijangkau konsumen.
      Pasokan beras SPHK ke RPK diatur perwilayah dengan jatah per-RPK antara satu sampai dua ton sekali ambil. (Jmb)