Labuan Bajo, timurtoday – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperketat pengamanan pasca-pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026.
Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama proses rekapitulasi penghitungan suara berlangsung.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, tim gabungan menggelar patroli skala besar dengan menyisir sejumlah jalur strategis, kawasan perkotaan, hingga wilayah pelosok kecamatan pada Selasa (29/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan pasca-pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mencegah terjadinya gesekan antarpendukung calon kepala desa.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan pasca-pemungutan suara merupakan bagian penting dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memastikan proses demokrasi di tingkat desa berlangsung dengan aman. “Polri berkomitmen untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades Serentak Tahun 2026, termasuk proses rekapitulasi dan pengamanan hasil pemungutan suara. Kami menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan langkah-langkah preventif, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT.
Patroli skala besar tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K. Tim gabungan menyusuri sejumlah wilayah strategis, mulai dari Kota Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kecamatan Mbeliling, hingga Kecamatan Sano Nggoang.
Penyisiran dilakukan untuk memastikan situasi keamanan di kawasan perkotaan maupun wilayah pesisir dan pedesaan tetap terkendali. Petugas juga mendatangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) serta sekretariat panitia desa guna memantau perkembangan situasi selama proses rekapitulasi penghitungan suara.
Kapolres Manggarai Barat menjelaskan bahwa patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kerawanan setelah masyarakat menggunakan hak pilihnya. “Patroli skala besar ini kami gelar untuk mengantisipasi potensi kerawanan dan menjaga keutuhan keamanan masyarakat pasca-pencoblosan. Kami menyisir titik-titik rawan serta mendatangi TPS dan sekretariat panitia untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” tegas AKBP Christian di sela-sela kegiatan patroli.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya tahapan Pilkades.
Pengetatan pengamanan tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan Labuan Bajo, tetapi juga menjangkau sejumlah kecamatan di wilayah pelosok Kabupaten Manggarai Barat.
Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT yang diperbantukan atau BKO kepada Polres Manggarai Barat disiagakan untuk mengamankan wilayah hukum Polsek Lembor. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Lembor, Lembor Selatan, dan Kecamatan Welak.
Pengamanan serupa dilaksanakan oleh personel Brimob yang bersiaga di Polsek Kuwus. Patroli dilakukan untuk menjangkau Kecamatan Kuwus, Kuwus Barat, Ndoso, hingga Kecamatan Pacar dan Macang Pacar.
Kesiapsiagaan personel di wilayah-wilayah tersebut bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk kemungkinan terjadinya gesekan antarpendukung calon kepala desa yang masih menunggu hasil penghitungan suara.
Melalui patroli rutin dan pemantauan langsung di lapangan, aparat kepolisian berupaya memastikan setiap perkembangan situasi dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Di tengah berlangsungnya proses rekapitulasi suara, Kapolres Manggarai Barat juga mengingatkan seluruh calon kepala desa beserta tim sukses dan simpatisan agar tetap mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Ia menegaskan bahwa Pilkades merupakan pesta demokrasi di tingkat desa yang seharusnya menjadi sarana memperkuat partisipasi masyarakat, bukan justru memicu perpecahan di antara warga. “Pilkades ini adalah pesta demokrasi tingkat desa. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah putra-putri terbaik yang dipercaya warga. Kami mengimbau kepada seluruh calon kepala desa, tim sukses, dan simpatisan untuk tidak merayakan kemenangan secara berlebihan di jalanan dan tidak memprovokasi pihak mana pun. Mari kita utamakan persaudaraan di atas segalanya,” ujar AKBP Christian.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila terdapat keberatan terhadap proses maupun hasil pemilihan, masyarakat diharapkan menempuh mekanisme yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengamanan ekstra ketat ini merupakan bagian dari komitmen Polres Manggarai Barat dalam mengawal pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
Pilkades serentak tahun ini di Manggarai Barat diikuti oleh 181 calon kepala desa yang berkompetisi di 64 desa, dengan total 138 TPS yang tersebar di sejumlah wilayah.
Selain menjaga keamanan selama proses rekapitulasi, kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan dokumen dan kotak suara hasil pemungutan suara. Personel disiagakan untuk mengawal pergeseran seluruh kotak suara beserta dokumen hasil rekapitulasi hingga diserahkan kepada panitia tingkat kabupaten di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Manggarai Barat. “Kami terus berpatroli dan bersiaga untuk mencegah gangguan kamtibmas seusai pemungutan suara, sekaligus mengawal seluruh kotak suara sampai di Kantor BPMD Manggarai Barat,” tutur Kapolres Mabar.
Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan aman dan tertib, sekaligus menjaga keutuhan dokumen hasil pemungutan suara hingga seluruh tahapan di tingkat kabupaten selesai sesuai prosedur.
Hingga Selasa (29/9/2026) malam, situasi keamanan di wilayah yang melaksanakan pemungutan suara Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Manggarai Barat dilaporkan relatif aman dan terkendali. Belum ditemukan indikasi gesekan antarkelompok pendukung yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.
Meski demikian, jajaran Polres Manggarai Barat bersama personel BKO Brimob Polda NTT tetap mempertahankan kesiapsiagaan hingga seluruh rangkaian tahapan pasca-pemungutan suara selesai, termasuk proses pengawalan kotak suara menuju tingkat kabupaten.
Kapolres Manggarai Barat berharap situasi kondusif tersebut dapat terus dipertahankan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. “Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di desa yang melaksanakan pemungutan suara Pilkades masih terpantau aman terkendali. Semoga situasi ini tetap kondusif hingga seluruh kotak suara kembali ke Labuan Bajo,” pungkas AKBP Christian. (Jmb/humas Polda NTT)
