27 C
Kupang
Rabu, Mei 13, 2026
Space IklanPasang Iklan

Solidaritas Pemuda Amfoang Desak Pemerintah Sikapi Kelangkaan BBM di Amfoang

Kupang, timurtoday.id – Solidaritas Pemuda Amfoang (SUFa) kabupaten Kupang menuntut atensi serius pemerintah terhadap persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Amfoang yang telah berdampak buruk terhadap sendi sendi ekonomi masyarakat setempat.

SUFa mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang agar menunjukan keberpihakan terhadap masyarakat di Amfoang dengan memberikan solusi konkret atas masalah itu.

“Kami desak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah Amfoang,”ujar Simon Sefi, ketua SUFa, Selasa (12/05) malam.

Ia menyampaikan kelangkaan BBM, khususnya Pertalite dan solar di wilayah Amfoang yang mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena sangat berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Amfoang saat ini sedang memasuki masa pengolahan hasil panen dari kebun dan sawah, sehingga kebutuhan terhadap BBM meningkat untuk mendukung aktivitas pertanian maupun transportasi hasil kebun. Namun di tengah kebutuhan tersebut, masyarakat justru mengalami kesulitan memperoleh BBM.

“Kelangkaan BBM ini sangat dirasakan masyarakat. Banyak warga yang sedang mengolah kebun dan sawah, sehingga membutuhkan bensin maupun solar untuk mendukung pekerjaan mereka. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, tentu akan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Seffi.

Pemerintah dikatakan perlu segera mengambil langkah cepat agar distribusi BBM ke wilayah Amfoang tetap berjalan lancar.

Seffi meminta Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Kabupaten Kupang untuk tidak hanya melihat persoalan ini sebagai masalah distribusi biasa, tetapi sebagai persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera ditangani.

Selain itu, Seffi juga menyoroti kondisi wilayah Amfoang pesisir yang terdiri dari empat kecamatan namun hingga saat ini belum memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat sangat bergantung pada distribusi BBM dari luar wilayah maupun dari para pengusaha lokal yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga  39 Anggota DPRD TTS Habiskan Ratusan Juta Untuk Bimtek Sehari di Jakarta, Dananya Diduga Pinjaman Pihak Ketiga

Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah dapat menjalin kerja sama dengan para pengusaha lokal yang selama ini telah berperan menyediakan BBM bagi masyarakat di wilayah Amfoang.

Menurutnya, keberadaan pengusaha lokal perlu didukung dan difasilitasi agar distribusi BBM dapat berjalan lebih efektif, teratur, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

“Pemerintah perlu membuka ruang kerja sama dengan pengusaha lokal yang selama ini membantu masyarakat mendapatkan BBM. Mereka perlu didukung agar distribusi minyak ke Amfoang bisa lebih lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Seffi berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut agar aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian dan ekonomi rakyat, tidak terganggu akibat kelangkaan BBM yang berkepanjangan. (Jmb)

Berita Terkait

  1. Pemerintah terkadang cuman melihat masalah yg di alami masyarakat jelata dengan sebelah mata, tidak pernah merasa ada di pihak masyarakat yg merasa terisolasi dg keadaan seperti Medan Amfoang.
    Kami sebagai mahasiswa sangat mendukung perlu adanya SPBU agar dapat mempermudah masyarakat setempat dalam melakukan aktivitas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini