28.3 C
Kupang
Senin, Juni 29, 2026
Space IklanPasang Iklan

Festival Fulan Fehan, “Menjaga Batas Tanpa Batas”

Atambua, timurtoday.id –Pemerintah kabupaten (pemkab) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar Festival Fulan Fehan.

Ini adalah tahun ke-empat festival sarat budaya itu digelar pemkab Belu.

Didampingi gubernur NTT, Melkiades Laka Lena dan Bupati Belu, Willy Lay, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membuka kegiatan festival budaya akbar se-daratan Timor tersebut di Lapangan Umum Atambua, Kabupaten Belu, Jumat (26/6).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempererat hubungan budaya masyarakat di Pulau Timor sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Bupati Wilibrodus Lay mengatakan Festival Fulan Fehan merupakan agenda budaya tahunan dengan konsep utamanya memperkuat hubungan masyarakat lintas batas melalui kebudayaan.

“Kita menjaga batas tanpa batas persaudaraan. Kita membangun kebudayaan dengan persaudaraan dan membangun kemitraan melalui kerja sama,” katanya.

Atambua dikatakan memiliki sejarah penting dalam hubungan Indonesia dan Australia. Sebelum Indonesia merdeka, Atambua pernah menjadi salah satu titik persinggahan penerbangan internasional menuju Darwin.

Karena itu, kehadiran Wali Kota Darwin dalam festival tersebut dinilai semakin memperkuat hubungan sejarah sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang pariwisata dan kebudayaan.

Wilibrodus berharap Festival Fulan Fehan dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjadikan Kabupaten Belu sebagai destinasi wisata budaya unggulan di kawasan perbatasan.

Pemprov NTT mengapresiasi kebijakan pemkab Belu menjadikan festival tersebut sebagai agenda tahunan.

Menurut gubernur Melki, selain memperkuat ekonomi kreatif, Festival Fulan Fehan dinilai memiliki arti strategis karena menjadi ruang diplomasi budaya antara Indonesia dan Timor Leste.

Menurutnya, masyarakat di kedua negara memiliki banyak kesamaan budaya karena sama-sama berada di Pulau Timor.

“Festival ini bukan hanya menyatukan Belu, TTU, dan Malaka, tetapi juga menyatukan dua negara. Kita memang berbeda secara administrasi pemerintahan, tetapi memiliki banyak kesamaan budaya, lagu, tarian, dan tenun. Budaya menjadi perekat hubungan persaudaraan kedua negara,” ujarnya.

Baca juga  5 Zodiak Diramalkan Bakal Sukses dan Banyak Uang di Tahun 2025

Ia berharap Festival Fulan Fehan terus berkembang sebagai agenda budaya internasional yang mempererat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.

Melki bahkan mendorong pemerintah daerah di wilayah perbatasan untuk memperluas kerja sama budaya hingga Australia, mengingat kedekatan hubungan NTT dengan Kota Darwin.

“Saya berharap kabupaten-kabupaten perbatasan bersama Kota Kupang dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dengan Australia, khususnya melalui Darwin,” katanya.

Dalam kesempatan itu Melki juga memaparkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan berbagai festival budaya di NTT.

Ia menyebut kunjungan wisatawan ke NTT sepanjang tahun sebelumnya meningkat hingga 146 persen, yang turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sektor budaya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Saya percaya event-event budaya seperti Festival Fulan Fehan akan terus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di Belu dan kawasan perbatasan, sekaligus meningkatkan ekonomi kedua negara,” ujarnya.

Melki juga berharap kehadiran Mendagri membawa perhatian lebih besar pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan perbatasan, termasuk melalui dukungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan kementerian terkait.

Usai mengikuti parade tenun, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Gubernur Melki Laka Lena dan rombongan meninjau stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM lokal sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan masyarakat Belu kepada para tamu yang hadir dalam festival.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Umum TP PKK Tri Suswati Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Wali Kota Darwin Peter Styles, perwakilan Pemerintah Timor Leste, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, unsur Forkopimda Belu, serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu.(Jmb)

Baca juga  Beban Baru Pemkab Kupang

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Tetap Terhubung

Berita terkini