Kupang, timurtoday.id –Desa Pariti adalah salah satu dari dua desa di kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melangsungkan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak bersama 30 desa lain di kabupaten Kupang tahun 2026. Jumlah desa seluruhnya di kabupaten Kupang sebanyak 167 desa.
Tahapan pelaksanaan Pilkades Pariti kini sudah pada tahap kampanye calon setelah tahapan pemaparan visi – misi dari Jegi Yos Arianda Taneo, S.Pd, calon kades nomor urut 1 dan Adris K. Pelokila,S.Kom, calon nomor urut 2 yang digelar di kantor desa Pariti, Rabu (28/10).
Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Kupang, John Sula bersama jajaran, pemerintah kecamatan Sulamu, Polsek dan Koramil setempat hadir di pembukaan kegiatan tersebut.
Antusias warga tampak dari penuhnya kursi dalam tenda dan kerumunan kelompok warga di sejumlah titik disekitar tenda yang berdiri di depan kantor desa.
Salah satu warga pemilih yang mengikuti pemaparan visi misi tersebut adalah Samsul Gole, komisioner KPU kabupaten Kupang warga dusun IV desa Pariti.
Sehari setelah pemaparan visi misi itu, tinurtoday.id meminta tanggapannya sebagai warga Pariti terkait visi misi dan program yang dipaparkan kedua calon.
Menurutnya program kerja yang dipaparkan kedua calon cukup bagus dan banyak. Namun ditengah kondisi APBDes yang seret perlu ada inovasi atau gebrakan dari kades yang nanti terpilih untuk mendatangkan pendapatan desa untuk menunjang pelaksanaan program – program yang telah dikonsepkan.
“Perlu banyak gebrakan (mencari PADes) karena anggaran (APBDes) terbatas tapi programnya banyak,”ujar Samsul Gole, Kamis (29/10).
Saat mengikuti pemaparan visi misi dan program kerja para calon, Samsul Gole juga menyampaikan pertanyaan kepada kedua calon kades tentang solusi konkrit kedua calon terhadap persoalan anggaran pembangunan di APBDes Pariti yang hanya Rp 300-an juta sementara kedua calon punya beragam program yang membutuhkan banyak anggaran.
“Solusi konkritnya bagaimana soal anggaran program-program itu karena APBDes kita kecil sudah tersedot ke KDMP,”katanya.
Mengoptimalkan potensi ekonomi desa untuk mendatangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) adalah jawaban kedua calon dalam menjawab persoalan keterbatasan dana desa dalam pembiayaan program pembangunan yang dikonsepkan kedua calon kades.
Adris menyebut aktifkan peran BUMDes adalah salah satu konsep yang akan diterapkan untuk mengelola potensi desa untuk mendatangkan PADes.
Jegi mengatakan lewat event olahraga, Seni budaya dan event lainnya yang dilaksanakan pemerintah desa setiap tahun juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi desa disamping pengembangan sumber daya lainnya.
Dengan Slogan, Pariti Baru: Maju dan Sejahtera Calon kades Jegi Yos Arianda Taneo memaparkan implementasi visi dan misinya melalui enam program unggulan yakni di bidang ekonomi salah satunya soal hilirisasi potensi SDA, bidang infrastruktur, bidang pemuda dan olahraga, Bidang religi – adat – sosial – perlindungan alam, bidang Kesehatan dan Kesejahteraan masyarakat dan Digitalisasi.

Sementara calon kades Adris K. Pelokila dengan slogan Api Membara mengungkap 10 program kerja yakni Pembentukan sejumlah peraturan desa (perdes), PBB Gratis, Pencegahan dan penanganan titik banjir, Pengecer Pupuk Subsidi oleh BumDes dan Kopdes merah putih, Bantuan duka, Wi Fi Gratis di dusun-dusun, Karang Taruna, lapangan bola kaki dan volly di dusun-dusun, Nikah gratis setahun sekali dan Pembukaan lahan pertanian baru, dalam mewujudkan visi dan misinya.

Sedikitnya ada 9 orang warga yang ‘menguji’ visi-misi dan program kerja kedua calon dengan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan sosial, ekonomi, infrastruktur, tambang dan sejumlah persoalan lain yang kini dihadapi masyarakat Pariti. (Jmb)
